RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Jogjakarta akhirnya memiliki tim peserta Liga Basket Nasional atau Indonesia Basketball League (IBL). Hal itu setelah Bima Sakti akhirnya resmi secara hukum berpindah kepemilikan, Selasa (29/11) kemarin. Akta jual beli klub Bimasakti dari pemilik lama ke pemilik baru dr Edi Wibowo selesai diproses.

Dari informasi yang dihimpun Radar Jogja, akta notaris klub yang saat ini dimiliki dokter RS Bethesda itu disahkan di Kantor Notaris Junjung SH, Jalan Buring No 34 Malang kemarin. Pengesahan ini juga termasuk penyelesaian administrasi antar kedua pihak.

Tokoh basket Jogjakarta Andreas Kobo Chandra mengatakan, dengan adanya klub asal DIJ yang ikut IBL akan membuat gairah olahraga basket di Kota Pelajar ini semakin besar.

Selain juga membuat Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) DIJ lebih memasyarakatkan basket kepada masyarakat setempat. “Yang jelas anak muda muda Jogja akan lebih semangat dalam menekuni basket. Karena sudah ada klub yang ikut liga,” ujar pria yang juga pengurus Perbasi Kota Jogja tersebut.

Namun setelah berpindah ke Jogja, dia mengaku belum mengetahui tempat yang akan digunakan Bima Sakti untuk berlatih. Ada beberapa alternatif tempat yang bisa digunakan sebagai kandang klub yang cukup memiliki nama besar tersebut, yakni GOR Amongraga, Klebengan atau juga GOR UNY.

Tiga GOR ini sudah terbukti menjadi venue yang representatif untuk menggelar pertandingan basket. GOR UNY misalnya. Selama ini lokasi ini sudah sering digunakan untuk menggelar pertandingan- pertandingan basket berskala nasional. Pemain-pemain sekaliber nasional juga merasakan atmosfer berbeda dan antusiasme yang tinggi penonton Jogja. “Yang jelas, jika ada klub yang bermarkas di Jogja pasti akan menambah antusiasme penonton,” kata Yudha penggemar bola basket di Jogja.(riz/din/ong)