RADARJOGJA.CO.IDHujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah di Gunungkidul membuat Sungai Oya meluap. Derasnya air mengakibatkan jembatan antarkampung di Kecamatan Nglipar putus. Akibatnya, warga terganggu aksesnya.

Jembatan ambrol menyulitkan warga yang tinggal di Desa Jeruklegi, Katongan, Nglipar. Peristiwa jembatan putus ini terjadi pada Senin malam (28/11). Jalan tersebut merupakan penghubung Padukuhan Jeruklegi dan Klegung yang memiliki sepanjang 30 meter . Akses kedua dusun pun terputus. Terpaksa, warga memutar jalan sepanjang 10 kilometer.

Menurut keterangan warga setempat, peristiwa jembatan putus berlangsung sekitar pukul 23.30. Kontruksi jembatan gantung itu tidak mampu menahan derasnya arus.

“Aliran sungainya deras, sehingga konstruksi jembatan tidak kuat lama-lama menahan sungai yang deras, akibatnya terputus,” ungkap Sunyata, kemarin (29/11).

Sunyata melanjutkan, terputusnya jembatan gantung antarkampung dan jalur menuju Kecamatan Karangmojo ini membuat akses warga kedua desa terhambat. Warga terpaksa mencari jalan alternatif.

“Untuk menuju kecamatan lain, kami memutar jalan sejauh 10 kilometer,” ujarnya.

Karena kerusakan cukup parah dan aliran sungai masih deras, jembatan belum bisa diperbaiki. Warga hanya bisa saling pandang dan saling menyampaikan informasi, jalur menuju jembatan tidak bisa digunakan untuk sementara waktu.

Sementara itu, Dukuh Jeruklegi Sumino mengatakan, jembatan gantung dibangun tahun 2014. Saat ini kondisinya sudah memprihatinkan. Ia minta Pemkab Gunungkidul segera membuat jembata darurat, sehingga akses kedua wilayah cepat terhubung kembali.

Di bagian lain, banjir menerjang wilayah Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari. aliran Sungai Besole meluap. Warga yang tinggal di bantaran sungai terancam genangan air.

Bahkan di Padukuhan Purwosari, dua RT tergenang air lantaran saluran drainase tak kuasa menahan luapan.

Menurut keterangan warga, ketinggian air mencapai 30 sentimeter dan masuk ke rumah penduduk. Setelah bahu membahu mencari sumbatan drainase, akhirnya volume air menurun dan aktivitas kembali normal.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo mengatakan, hujan deras yang mengguyur Senin (28/11) menimbulkan bencana di enam kecamatan. Bencana menerjang Kecamatan Petuk, Gedangsari, Rongkop, Ngawen, Nglipar, dan Kecamatan Ponjong.

“Mulai dari tanah longsor, banjir, dan tanah amblas. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Budhi.(gun/hes)