RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Calon Wakil Wali Kota Jogja Achmad Fadli blusukan ke sejumlah kampung di Kecamatan Pakualaman kemarin (29/11). Di Purwanggan, calon pendamping calon Wali Kota Jogja nomor urut 1, Imam Priyono, itu disambut keluhan warga setempat.

Warga curhat tentang mahalnya biaya pemakaman di Kota Jogja. Bagaimana tidak, untuk biaya bedah bumi saja warga harus merogoh kantong hingga Rp 5 juta. Bagi warga tak mampu, biaya tersebut tentu sangat berat.

Fadli sangat serius mendengar keluhan itu. Terlebih, sebelum mencalonkan diri dalam Pilwali 2017, dirinya adalah seorang birokrat di lingkungan Pemkot Jogja.

“Ini memang kendala yang dihadapi masyarakat perkotaan. Yakni, minimnya lahan pekuburan,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Fadli berjanji membawa persoalan itu dan mengkajinya sebagai bagian dari misi kerja seandainya dia terpilih sebagai pemimpin Kota Jogja 2017-2022. “Tentu ini jadi prioritas kami jika mendapat amanah warga. Pemkot bisa memiliki pemakaman umum yang memadai. Tidak harus di dalam kota. Di luar Jogja juga bisa,” klaimnya.

Fadli menegaskan, masalah biaya pemakaman mahal tak harus terjadi jika pemerintah menyediakan lahan pekuburan.

Dia melihat, kebutuhan-kebutuhan semacam ini kerap kali alpa dari perhatian pemerintah. Karena itu, dia berjanji, ke depan masyarakat tidak perlu khwatir membayar biaya tinggi untuk pemakaman keluarga yang meninggal dunia. Bahkan, nantinya dia berencana menyediakan bus yang dikhuskan bagi pelayat.

“Tidak perlu menyewa, tinggal izin saja ke pemkot,” kata mantan kepala Dinas Pasar dan asisten sekretaris daerah Kota Jogja itu. (bhn/yog/ong)