RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Tersangka kasus pembelian lahan di Gunungkidul, Kepala Badan SAR (Basarnas) DIJ Waluyo Raharjo tidak memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ, kemarin (28/11). Kejati akan melakukan pemanggilan ulang pada Kamis (1/12) mendatang.

Asisten Pidana Khusus Kejati DIJ Azwar mengatakan, berdasarkan keterangan dari kuasa hukum tersangka, yang bersangkutan tidak bisa memenuhi panggilan kejati kemarin. Kuasa hukum, minta adanya penjadwalan ulang terhadap pemeriksaan tersangka.

“Tidak ada alasan spesifik hanya minta diundur Kamis besok,” kata Azwar kepada Radar Jogja dihubungi kemarin.

Dia menjelaskan, pemeriksaan kemarin dalam bentuk menggali keterangan tersangka dalam pelaksanaan tugas sebagai kepala Basarnas. Salah satunya pengelolaan anggaran dan penggunaan keuangan institusi.

Saat ini, belum ada upaya penahanan terhadap tersangka. Kejaksaan menilai, yang bersangkutan bisa koorperatif dalam proses pemeriksaan. “Belum ada pikiran ke arah penahanan,” jelasnya.

Seperti diketahui Waluyo Raharjo ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan keterlibatan kasus pembeliaan lahan seluas 600 meter persegi senilai Rp 5,8 miliar guna pembangunan pos di Gunungkidul. Penetapan Waluyo sebagai tersangka pada (15/11) setelah penyidik mendapat alat bukti yang kuat.

Sebelum penetapan tersangka terhadap Waluyo, Kejati DIJ terlebih dahulu menetapkan Dias Ardiyanto yang merupakan calo tanah sebagai tersangka. Dari keterangan tersangka Dias Ardiyanto, ada komitmen yang diberikan kepada Waluyo.

Waluyo diduga menerima uang dari tersangka Dias. Namun besarannya masih dalam penyidikan jaksa. Dalam penyidikan, ditemukan adanya penyimpangan yang dilakukan oleh Waluyo.

Sementara itu saat hendak dikonfirmasi, tersangka tidak memberikan respons. Sambungan telepon dan SMS yang ditujukan ke Waluyo tak ada jawaban. (bhn/ila/ong)