RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA-Aksi kekerasan yang dialami wasit asal Jogjakarta, Cholid Dalyanto di akhir pekan lalu harusnya dijadikan evaluasi bukan hanya bagi pengadil lapangan tetapi juga pemain sepakbola. Sebab, sehebat-hebatnya pemain dengan skill yang mumpuni, jika tidak paham peraturan permaianan yang seharusnya dilakoni bisa jadi buah simalakama bagi si pemain.

Komite Wasit Asprov PSSI DIJ Rahmat Hidayat menilai Cholid sudah membuat keputusan yang ada sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku di 2016. Menurutnya, kekurangpengetahuan pemain akan peraturan permainan jadi salah satu penyebab aksi kekerasan tersebut bisa terjadi. “Salah satunya peraturannya tentang wasit yang bisa memberikan peringatan baik kartu kuning ataupun merah sebelum, saat dan sesudah permainan,”ujarnya kepada Radar Jogja, kemarin (28/11).

BACA: Cholid Wasit Jogja Diinjak Kepalanya
Menurutnya, kurangnya pengetahuan pemain tentang peraturan permainan bisa terjadi akibat kurangnya sosialisasi. Kemungkinan juga disebabkan karena tim tersebut tidak memiliki wasit atau di daerahnya tidak memiliki bidang perwasitan, sehingga sosialisasi tentang peraturan permainan tidak sampai kepada para pemain.

Padahal, itu penting dan wajib diketahui oleh semua pemain sepak bola, terutama pemain yang bermain di tim-tim yang mengikuti kompetisi besar. Kasus kekerasan di lapangan yang terjadi seperti saat pertandingan Persiku Kudus melawan PS Benteng itu, tentu akan berbuntut pada sanksi disiplin pada para pemain yang terbukti melakukan kekerasan.

Menurutnya, kasus tersebut baru yang pertama kali menimpa wasit asal Jogjakarta saat bertugas memimpin jalannya pertandingan. Namun, kejadian tersebut tentau akan menjadi bahan evaluasi bagi komite. “Kalau protes-protes sudah biasa, tapi kalau yang seperti ini saya lihat sudah melampaui batas. Ini sama saja melecehkan federasi sepak bola. Karena wasit adalah wakil pengurus federsi yang ada di lapangan,”paparnya.

Di Jogjakarta, update terbaru tentang peraturan permaian selalu disampaikan, baik saat pertemuan dan evaluasi komite wasit dan bahkan sebelum pertandingan bergulir. Sosialisasi bukan hanya kepada para pemain, tetapi juga disampaikan hingga ke pelatih dan official, sehingga semua komponen pertandingan mengerti tentang peraturan permaianan. “Karena yang kami lihat kemarin, pihak coach atau ofisial juga tidak sportif sehingga memperkeruh keadaan,”ujarnya menyayangkan.(dya/din/ong)