RADARJOGJA.CO.ID-Melalui program Passionville 2016 bertajuk #ProjectPassion, Wismilak, enam karya kelompok anak muda terpilih memasuki babak final penilaian. Mereka menjalani masa karantina mulai 28 November sampai 3 Desember 2016 di Desa Wisata Tembi, Bantul.

Peserta yang proyek kreatifnya terpilih akan mendapat workshop, mentoring, dan pengembangan konsep project bersama pengusaha dan pelaku industri kreatif Yoris Sebastian dan seniman kreatif, pendiri sekolah bakat gratis Erix Soekamti. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada Bigbang PasionVille pada 3 Desember di Maguwoharjo Internasional Stadium, Sleman.

Public Relation Wismilak Anastesya Ftaraya mengatakan, PassionVille #ProjectPassion merupakan proyek anak muda yang menyasar isu-isu sosial. Berangkat dari ketertarikan anak muda namun berdampak besar bagi masyarakat. Pemenang proyek tersebut akan dibiayai penuh oleh Wismilak.

“PassionVille sudah sejak 2013, namun untuk project passion ini yang pertama 2016. Ada sekitar 200an pendaftar dari hampir semua kota di Indonesia. Dari hasil penjaringan kami pilih 6,” katanya.

Beberapa hal yang menjadi penilaian proyek tersebut yaitu diantaranya kedalaman observasi masalah di lingkungannya, seberapa jauh dapat diaplikasikan, originalitas, unik, desain dan suistanable atau keberlanjutan program tersebut.

Keenam finalis yaitu Project Bhumihara yang digagas Fadhila El Discha asal Jakarta mengenai pengelolaan sampah, Project Merupa Menjelma di Setiap Sudut Kota (Fandy Ragil, Surabaya) yaitu papan tulis besar sebagai solusi keindahan kampung, Project Voice for Changes (Abdullah Faqih dkk, Malang) adalah audiobooks bagi penyandang tuna netra.

Lalu ada Project Becak Artis (Yuliastika Handayani, Semarang) dengan konsep menghias becak yang ada di Malang agar menambah aspek keindahan transportasi umum dan pariwisata. Kemudian ada juga Project Museum Ziarah Kenangan (Ardian Agil Waskita, Semarang) berupa program mengenalkan museum dengan media film agar tertarik mendatangi museum.

Sedangkan yang terakhir adalah Proje Kelas Honocoroko (Ulul Azmi Aziz, Jogjakarta) berupa mengenalkan kembali huruf Jawa Honocoroko dengan melibatkan masyarakat salah satunya melalui handlattering.

“Kami berharap pemenang project tersebut dapat diaplikasikan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tandas penggerak #ProjectPassion PassionVille Wismilak, Edric Chandra. (riz/dem)