Iko Uwais tidak henti-hentinya menyajikan film laga di Indonesia. Kali ini ia hadir dalam film laga lainnya berjudul Headshot. Berperan sebagai Ismail, Iko beradu akting bersama Chelsea Islan dan Julia Estelle.

Minggu sore kemarin (27/11), para pemeran film ini menyapa pengunjung Lippo Plaza Jogjakarta. Selain Iko, turut hadir dalam rombongan ini Julie Estelle dan David Hendrawan. Mereka bertiga cerita panjang lebar tentang serunya film ini kepada Radar Jogja.

“Tantangan bermain di film ini cukup banyak, karena semua adegan itu laga. Penyesuaian tidak terlalu lama karena sudah terbiasa adegan fighting. Bedanya dalam film ini ada sedikit bumbu drama yang membuat film ini menarik,” ujar Iko.

Suami Audy Item ini mengaku ngebet alias sangat antusias terlibat dalam film garapan Mo Brothers. Headshot akan tayang perdana di bioskop Indonesia pada 8 Desember mendatang. Iko tak ingin bercerita terlalu dalam tentang jalan cerita film ini.

Hanya saja ia mengungkapkan akan ada banyak adegan pertarungan. Hampir dari awal film dimulai sudah menyajikan adegan pertarungan. Salah satu adegan yang menurutnya menantang adalah saat menembus kaca bus.

“Untuk pecinta film laga, Headshot sangat layak untuk dinanti. Hanya saja memang khusus untuk penonton dewasa. Karena adegan di dalamnya penuh dengan pertarungan dan kontak fisik,” jelasnya.

Iko sendiri berperan sebagai sosok Ismail. Tokoh ini merupakan pemuda yang lupa ingatan. Masa lalu dari Ismail terhitung kelam. Hingga akhirnya bertemu Ailin yang diperankan Chelsea Islan.

Beradu acting bersama Chelsea dan Julie menjadi tantangan tersendiri bagi Iko. Pasalnya, Iko harus menyelami naskah yang lebih dramatikal. Di mana ada naskah-naskah percakapan untuk menguatkan jalan cerita.

“Untuk adegan drama tentu perlu penyesuaian bersama Chelsea dan Julie. Selain itu, kami juga berlatih bersama untuk adegan laga. Tujuannya untuk mempertahankan safety dalam setiap adegan,” katanya.

Julie yang didapuk memerankan Rika tak kalah antusias. Headshot merupakan film laga keduanya setelah The Raid 2. Untuk itu ia berlatih secara serius untuk adegan-adegan pertarungan.

Meski tidak memiliki latar belakang martial art, acting Julie tergolong mulus. Pertarungan demi pertarungan dilakoni oleh perempuan kelahiran Jakarta 4 Januari 1989 ini secara apik. Antusiasme bertambah saat film ini menjuarai beberapa festival.

Headshot telah tayang world premier di Toronto International Film Festival. Dalam kesempatan ini, film garapan rumah produksi Screenplay Infinite Films meraih apresiasi. Julie menceritakan penonton yang hadir memberikan respons positif atas adegan-adegan didalamnya.

Julie mengungkapkan Headshot telah mengikuti 25 festival film. Adik dari Cathy Saron berharap penonton Indonesia akan terpuaskan. Terlebih bagi pecinta adegan-adegan laga yang penuh dengan perkelahian fisik. (dwi/laz/ong)