SAMPIT – Aksi pencabulan yang dilakukan Kris terhadap pelajar SMP berinisial KK (15) rupaya sudah direncanakan terlebih dahulu.

Pasalnya, warga Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Baamang, Kotim ini sempat gagal merenggut keperawanan korban.

Karena penasaran, dia mengulangi perbuatan itu hingga berhasil
“Terdakwa mengaku saja sempat tiga kali (menyetubuhi) katanya,” kata penasihat hukum terdakwa, Burhansyah pada persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Sampit sebagaimana dilansir laman Kalteng Pos, Sabtu (26/11).

Menurut Burhansyah, pada aksi yang pertama, terdakwa memang gagal menyetubuhi korban.

Aksi terdakwa akhirnya berhasil pada percobaan ketiga.

Kasus persetubuhan terhadap anak bawah umur ini terjadi pada 16 Maret 2016.

Kejadian berawal saat korban berjalan kaki dan bertemu dengan terdakwa di Jalan Kopi Selatan sekitar pukul 04.00 WIB.

Saat itu, korban bermaksud menuju rumah ibunya.

Melihat ada kesempatan, ditambah niat jahat, terdakwa pun menawarkan bantuan untuk mengantar korban.

Dalam perjalanan, pria yang pernah mendekam di penjara akibat kasus narkoba dan curas itu justru membelokkan kendaraan ke arah rumahnya.

Dia beralasan hendak mengambil kartu ATM yang tertinggal. Korban mengikuti saja.

Sesampainya di rumah terdakwa, korban disuruh duduk di atas sofa.

Setelah itu, perbuatan terlarang tersebut akhirnya terjadi.

Dalam pesidangan sebelumnya, terungkap bahwa korban sempat menolak.

Namun, dia ketakutan setelah diancam akan diserahkan kepada lima rekan terdakwa lainnya.

Pekan mendatang, terdakwa tinggal menunggu tuntutan dari JPU Kejari Kotim Dewi Khartika. (nac/ang/jos/jpnn)