RADARJOGJA.CO.ID – JOGJAKeberadaan produk lokal hasil kreasi masyarakat di Jogja bervariasi. Sayang tak semua produk bisa memasuki pasar karena terkendala teknis. Hal itu jadi perhatian pasangan calon (paslon) Imam Priyono-Achmad Fadli (IP-Fadli), mereka mendatangi kelompok pemakai air (Pokmair) Sumber Tirto Dono Mulyo, Terban, Gondokusuman. Berbeda, paslon Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi (HS-HP) lebih memilih menyambangi petugas parkir di Taman Parkir Senopati. Sebab, para tukang parkir memiliki peran penting dalam melayani wisatawan.

IP mengungkapkan, pihaknya memahami kendala yang dihadapi sejumlah produsen. Seperti produsen kerajinan nonpangan yang terkendala persoalan bahan baku, sedangkan produsen kuliner cenderung kesulitan pemasaran.

“Pemerintah tidak bisa tutup mata dalam hal ini. Harus ada kebijakan yang menjadi jembatan agar produk-produk warga Jogja bisa masuk di pasaran,” kata IP.

Melihat kendala di lapangan, dia berusaha memprioritaskan perlindungan produk lokal. Sebab, tanpa ada perlindungan, produk lokal akan kalah bersaing dari produk-produk yang sudah ada.

“Kami juga bisa membantu mempromosikan melalui agenda-agenda pameran misalnya,” jelasnya.

Seperti salah satunya produk warga Jogja berupa produk kemasan siap minum berlabel Mak Nyess yang dikelola dikelola Pokmair Sumber Tirto Dono Mulyo. Meski sudah memiliki produk air minum, namun belum dipasarkan secara luas.

Ketua Pokmair Sumber Tirto Dono Mulypo Sutiyono menjelaskan, air kemasan produksinya selalu diuji kualitasnya tiap tiga bulan sekali oleh Puskesmas Gondokusuman. Namun, selama ini masih dikonsumsi secara terbatas oleh warga setempat. “Lantaran belum mengantongi izin produksi masal,” jelasnya.(bhn/pra/ila)