RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – PSS Sleman akan meladeni tantangan Bhayangkara FC U-21 di Maguwoharjo Internasional Stadium (MIS), sore ini pukul 15.30. Meskipun bertajuk ujicoba, pertandingan dipastikan akan tetap menarik. Karena kedua tim masih on fire dan dalam persiapan 8 besar. PSS bersiap di 8 besar ISC-B, sementara Laskar Tribata Muda, julukan Bhayangkara U-21 lolos perempatfinal TSC U-21.

Selain itu, partai ujicoba tersebut juga kental aroma reuni. Pemain sayap lincah PSS Waskito Chandra akan bertemu mantan pelatihnya Nova Arianto yang kini menukangi Bhayangkara FC U-21. Keduanya sempat bersama- sama dalam tim Madiun Putra di fase grup ISC-B lalu.

Tak hanya itu, bek tengah PSS Bagas Adi Nugroho juga akan bersua beberapa mantan kompatriotnya selama membela Timnas Indonesia U-19 di Vietnam pertengahan September lalu. Sebab di kubu calon lawan PSS itu ada Awan Seto Raharjo, Ibrahim Sanjaya, dan Muhammad Rafli yang kini berseragam kuning-cokelat jersey Bhayangkara FC U-21.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro mengatakan, menghadapi Bhayangkara timnya masih terus meningkatkan skema penyelesaian akhir. Seperti yang terlihat pada latihan kemarin, tim dibagi menjadi dua dan menghadapi dua buah mistar gawang. Pemain berlatih membangun serangan dari tengah dan tembakan ke gawang. “Masih meneruskan finishing, lebih kepada melatih naluri serangan,” kata Seto kepada wartawan, kemarin (25/11).

Selain itu latihan juga ditambah porsi fisik, speed dan endurance. Ia berharap, pada pertandingan sore nanti, pola permainan tidak berbeda jauh seperti saat PSS mengalahkan PS Mino pekan lalu. Saat menang 4-2 pekan lalu itu, Seto menilai aliran bola dan skema permainan berjalan lancar. Termasuk peluang dan penyelesaian akhir yang tercipta cukup banyak. “Saat itu mungkin tekanan lawan kurang ketat. Kami juga kebobolan dua gol, artinya ada celah. Itu yang kami harus perbaiki,” imbuhnya.

Seto juga mengungkapkan, karena bertajuk uji coba, ia tidak akan terlalu memaksakan pemainnya untuk bermain full. Sebab beberapa penggawa Laskar Sembada masih terkendala kebugaran. Seperti Rama Yoga yang sempat bermain, namun kembali menepi. “Bagas kami pantau, Waluyo, Rumba, Aulia belum 100 persen. Dave juga masih kami lihat,” ungkapnya.

Kondisi cuaca sore hari yang kerap turun hujan juga membuat beberapa pemain menderita flu dan demam. Ia menginstruksikan setelah latihan segera mandi dan istirahat, serta mengonsumsi vitamin.

Sementara mengenai calon lawannya, ia menilai Bhayangkara U-21 yang banyak diisi pemain muda akan bermain ngotot dan semangat. Motivasi bermain juga akan tinggi. Pemain muda biasanya mau bekerja keras. “Kami tidak boleh meremehkan. Apalagi karakter Nova Arianto itu bermain sabar, ulet, menunggu di belakang dan akan berbahaya dalam serangan balik. Kalau sama-sama bermain terbuka pasti akan menarik,” paparnya. (riz/din/ong)