RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Penyelidikan kasus dugaan tindak asusila yang dilakukan Agung Dharmawan, guru SDN Model Sleman, kepada siswanya sendiri, terus berlanjut.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda DIJ telah memeriksa sejumlah saksi. Dari pengembangan peyelidikan, jumlah korban predator asal Caturtunggal, Depok itu bertambah menjadi empat orang. Dari semula hanya ada satu yang dilaporkan.

“Kami sudah panggil saksi pelapor untuk dimintai ketarangan,” kata Kanit PPA Kompol Retnowati kemarin (25/11). Saksi pertama yang diperiksa pada Rabu (23/11) adalah ayah salah seorang korban. Nama dan identitas pelapor sengaja dirahasiakan demi kebaikan dan psikologis korban serta keluarganya.

Retno, sapaanya, mengatakan, penyidik juga telah menyambangi tempat kejadian perkara (TKP). Untuk meminta keterangan dari kepala sekolah dan guru kesiswaan. Dari situlah penyidik mendapat informasi bahwa jumlah korban Agung Dharmawan lebih dari satu. “Sejauh ini ada empat siswa yang menjadi korban. Setiap kejadian dilakukan di ruang UKS,” ungkapnya.

Kendati demikian, penyidik belum memeriksa para korban. Retno beralasan, hal itu disebabkan adanya larangan dari para orang tua korban. Menurutnya, mereka khawatir pemeriksaan oleh penyidik justru akan membuat korban trauma.

Dijelaskan, untuk mendapatkan keterangan dari korban yang masih anak-anak penyidik harus menempuh upaya khusus. Agar terperiksa benar-benar mendapatkan rasa aman dan nyaman. “Kami tidak mungkin memanggil mereka ke Polda. Keterangan bisa kami minta dimana saja dengan berbicara seperti orang tua mereka,” papar Retno.

Di sisi lain penyidik juga terus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi sebagai alat bukti.

Hanya, Retno belum bisa memastikan jadwal pemanggilan dan pemeriksaan terhadap terlapor. “Kami kumpulkan bukti dulu-lah. Kalau sudah terbukti baru kami panggil,” dalihnya.

Sebagaimana diketahui, Agung Dharmawan dilaporkan ke Polda DIJ karena diduga telah bertindak asusila kepada murid-murid kelas V SDN Model Sleman dalam waktu berlainan.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Sleman Arif Haryono, yang mendapat laporan dari kepala sekolah setempat.

“Guna menciptakan rasa nyaman belajar siswa, yang bersangkutan (Agung Dharmawan) kami pindahtugaskan ke UPT Pendidikan Berbah,” katanya.

Radar Jogja beberapa kali mencoba mencari keberadaan Agung Dharmawan di kantor barunya untuk klarifikasi. Namun, saat itu terduga pelaku asusila itu sedang menjalani dinas luar.(bhn/yog/ong)