Sate Klatak, Mi Lethek, dan Ingkung Ayam

RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA– Kuliner di DIJ dikenal beragam. Ada banyak jenis makanan khas tersebar di lima kabupaten dan kota se-DIJ. Meski kaya dengan potensi kuliner daerah, belum semua dikenal secara nasional maupun internasional.

“Inilah yang menjadi tantangan kita untuk terus mengembangkan dan mengenalkan,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIJ Setiawan saat membuka Festival Kuliner 2016 Desa dan Kampung Wisata se-DIJ di Dusun Kalakijo, Guwosari, Bantul kemarin (24/11).

Menurut Setiawan, kuliner khas Jogja sebenarnya bukan hanya gudeg. Dia menyebut, di Bantul sedikitnya ada tiga jenis kuliner yang siap mendunia. Yakni, sate klatak, mi lethek dan ingkung ayam kampung.

“Kuliner itu terbukti memiliki daya dukung bagi pengembangan pariwisata,” katanya.

Daya dukung tersebut, sambung dia, dapat diandalkan. Karena itu, Setiawan bertekad terus mempopulerkan tiga kuliner khas Bumi Projotamansari itu di kancah lokal, nasional, hingga internasional.

Potensi kuliner itu juga disinergikan dengan pengembangan desa dan kampung wisata. Bentuknya dengan menggelar festival kuliner yang diikuti desa dan kampung wisata se-DIJ.

Dalam kesempatan itu, dia juga merasa bangga dengan prestasi Desa Wisata Wukirsari, Imogiri, Bantul yang mendapatkan penghargaan tingkat Asean. Berkat prestasi itu dalam waktu dekat pengelola Desa Wisata Wukirsari diundang ke Singapura.

Prestasi juga ditorehkan Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul. Desa ini berbasis wisata alam. Sama seperti Wukirsari, Desa Wisata Nglanggeran juga meraih prestasi tingkat Asia Tenggara.

Desa Wisata Kalakijo terkenal sebagai sentra ingkung ayam kampung. Dalam festival itu peserta harus menyajikan ingkung ayam, sate klatak dan mi lethek. Digelarnya festival kuliner di Kalakijo disambut positif Pelaksana Tugas Assekkda Perekonomian dan Pembangunan Setda Bantul Subiyanto.

Dia datang mewakili Bupati Bantul Suharsono. Membacakan sambutan bupati, Subiyanto mendukung penuh penyenggaraan acara tersebut. Baginya kegiatan itu membantu untuk mempromosikan pariwisata di Bantul.

“Kami apresiasi acara ini,” katanya. Hadir dalam pembukaan itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul Bambang Legowo. Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta juga datang ke lokasi. Dia tiba setelah pembukaan dan langsung bertindak sebagai dewan yuri. Dia mengaku bangga dengan antusiasme peserta mengikuti festival kuliner tersebut.

Menurut dia, festival itu juga bertujuan mengenalkan sekaligus mempertahankan aneka makanan tradisional di tengah masyarakat. (kus/yog/ong)