RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – PSS Sleman tetap memerlukan uji coba. Apalagi Busari dkk bakal berlaga di delapan besar ISC-B 2016, meskipun tempat dan waktunya belum ditentukan. Lawan yang menunggu jelas bukan hal yang mudah untuk dilalui. Karena ada PSCS Cilacap, Perssu Sumenep, Persita Tanggerang, Persekap Pasuruan, Martapura FC, PSPS Pekanbaru dan Perserang Serang.

Uji coba tersebut rencananya akan digelar Sabtu (26/11) melawan Bhayangkara FC U-21. Anak asuh Nova Arianto yang bermarkas di Semarang, Jawa Tengah itu akan membawa 29 pemain.

Manajer operasional PSS Sleman Rumadi mengatakan, uji coba tersebut memang diperlukan PSS untuk menjaga feeling tanding pemain. Bhayangkara FC dipilih sebab mereka memang mengajukan diri. Selain juga dinilai lawan latih tanding yang sesuai. “Cari yang sepadan sulit. Tapi motivasi Bhayangkara juga pasti akan tinggi. Mereka juga mempersiapkan diri 8 besar TSC U-21,” kayanya.

Pemilihan Bhayangkara FC U-21 menurutnya juga sesuai kebutuhan tim. Sebab materi tim dinilai cukup bagus karena diperkuat beberapa mantan pemain Timnas U-19. Seperti Awan Setho Raharjo dan Muhammad Rafli. “Di samping juga hiburan bagi masyarakat Sleman yang sudah rindu melihat PSS bermain,” imbuhnya.

Ketua Panpel PSS Ediyanto mengatakan, berbeda dengan pertandingan biasanya, harga tiket pertandingan diturunkan. Yaitu mulai Rp 15 ribu untuk tribun utara selatan, Rp 25 tribun merah dan VIP Rp 30 ribu. Tiket dicetak sebanyak 30 ribu lembar. “Kami berharap penonton penuh seperti kemarin. Pertandingan dimulai kick off pukul 15.30,” jelasnya.

Pertandingan uji coba itu perlu dan penting. Kelebihan dan kelemahan tim sendiri juga bisa diukur. Di titik mana yang bisa dijadikan senjata, dan di lini mana yang masih menjadi celah. Sehingga perbaikan yang harus dilakukan memiliki patokan yang pasti. Tidak sekenanya.

Hasil latihan juga bisa diimplementasikan melalui uji coba. Efektif atau tidaknya permainan bisa dibaca. Yang kurang efektif tentu ditata lagi. Komposisi terbaik bisa ditentukan. Dasarnya bukan senang dan tidak senang. Namun, dilandasi parameter jelas yang tergambar dalam latihan dan tentu uji coba.

Pertandingan uji coba juga bisa menjadi sarana rekreasi. Kejenuhan latihan dihapuskan di sana. Sebab para pemain akan bertemu penonton. Kegembiraan dan tekanan bisa didapat secara bersamaan. Sesuatu yang penting untuk menjaga semangat pemain.

Situasi itu jelas tidak bakal didapatkan jika pemain hanya sibuk berlatih dan berlatih. Artinya, uji coba menjadi keharusan bagi semua tim. Sebelum akhirnya benar-benar maju ke medan pertandingan sesungguhnya. (riz/din/ong)