Pembayaran Ganti Rugi Tanah Terdampak Bandara Tahap Ketiga

JOGJA– Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIJ menargetkan penyelesaian administrasi dan pembayaran ganti rugi warga terdampak bandara tahap ketiga selesai selambat-lambatnya 29 November.

Selanjutnya, tinggal menyisakan tanah wakaf, instansi, fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum), serta Paku Alam Ground (PAG) senilai sekitar Rp 250 miliar. “PR” tersebut akan diselesaikan sebelum 15 Desember 2017.

“Semoga progresnya bisa berjalan lancar agar tidak mengganggu ground breaking,” ujar Kepala Kanwil BPN DIJ Perdananto Ariwibowo di Kompleks Kepatihan kemarin (24/11).

Sementara Direktur Teknik PT Angkasa Pura I Polana Pramesti mengakui, ground breaking yang direncanakan akhir November ini harus tertunda karena molornya penyelesaian administrasi pembayaran warga terdampak bandara. “Mungkin (ground breaking) bisa dilakukan Desember. Tapi kemungkinannya Januari 2017. Tentatif, menunggu jadwal Presiden,”ujarnya.

Untuk percepatan pembangunan, proyek pengerjaan bandara akan dilakukan secara parallel. Diutamakan pekerjaan yang sudah siap. Misalnya, pemagaran kawasan bakal bandara. Baru kemudian dilanjutkan penataan lahan. Setelah itu baru melangkah pada tahapan yang lebih sulit. Seperti pengurugan tanah.

Menurutnya, tahapan ini memerlukan waktu lebih lama daripada pengerjaan konstruksi. “Konstruksinya pakai teknologi canggih, sehingga lebih cepat. Pekerjaan berat kami targetkan dimulai setelah Maret 2017,” tambah Pimpinan Proyek PT Angkasa Pura R. Sujiastono.

Agar tahapan pengerjaan proyek berjalan sesuai jadwal, Sujiastono mengimbau semua warga yang masih berdomisili di atas tanah PAG segera pindah lokasi. Sebelum Januari 2017 mereka sudah harus keluar. Sedangkan warga yang tinggal di tanah selain PAG di-deadline paling telat Maret 2017.

“Tidak ada alasan lagi bagi warga untuk tinggal di tempat tersebut. Karena kami sudah bayarkan semua ganti rugi. Tempat relokasi juga sudah disediakan,” tegasnya. (dya/yog/ong)