RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Penyidikan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka Adi Cahyono alias Diduk terhadap balita JM, 1,5 tahun, terus bergulir. Kali ini polisi melakukan pemeriksaan terhadap istri tersangka yang bernama Melia.

Pemeriksaan terhadap istri tersangka dilakukan untuk mendapatkan keterangan saksi tambahan. Bersama dua anaknya, istri tersangka mendatangi kantor unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda DIJ pukul 11.00.

Selama hampir empat jam, istri tersangka memberikan keterangan kepada penyidik. Sebanyak 29 pertanyaan diajukan kepada istri tersangka. Penyidikan lebih banyak mengulas tentang kesaksian Melia terhadap tindak kekerasan yang dilakukan oleh suaminya, baik saat di Klaten, Jawa Tengah dan di Samalo, Jetis, Bantul.

“Istri masih bersikukuh suami tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap korban,” jelas Kanit PPA Polda DIJ Kompol Retnowati ditemui kemarin (24/11).

Meski istri menyangkal perbuatan suami, jelasnya, dari jawaban yang diberikan ada kesesuaian dengan yang diberikan saksi lain. Seperti keberadaan pelaku di saat peristiwa penganiyaan terjadi. Seperti saat perut JM masih dalam keadaan luka basah akibat ditempelkan besi panas, istri tersangka berujar kepada Sartini bahwa luka itu akan sembuh sendiri. Kemudian, anak tersangka membantu memberikan obat merah di perut korban.

“Dari jawaban istri tersangka ini yang akan kami sinkronkan dengan lima saksi lain,” jelasnya.

Setelah memeriksa saksi, rencananya hari ini (25/11) penyidik akan mengambil barang bukti seperti kulkas dan mesin cuci yang berada sejumlah tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara itu, salah satu penyidik Ipda Purwanto menyebut pihak kepolisian akan menyidik kasus ini hingga tahap sidang. Upaya pencabutan berkas tidak akan memengaruhi proses penyidikan.

“Penyidikan sampai tuntas, sebab ini sudah pidana murni. Apalagi kasusnya terjadi pada anak-anak di bawah umur,” jelasnya.

Sampai dengan kemarin, sebanyak enam saksi sudah diperiksa oleh tim penyidik PPA Polda DIJ. Kepolisian masih akan mencari pengamen yang membantu serta membawa korban, Sartini dan JM, sampai ke Solo.

“Infonya ada seorang pengamen perempuan yang menolong. Namun kami masih mencari keberadaannya,” jelasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan penuturan ibu korban Sartini, dirinya berhasil menyelamatkan diri dari kediaman majikannya di Samalo, Jetis, Bantul. Kemudian, Sartini berserta JM berjalan kaki hingga Jalan Solo. Nah, saat di Jalan Solo inilah Sartini dibantu oleh pengamen yang kemudian memberinya makan, kemudian membantu dan mengantar ke tempat kerabat Sartini. Namun hingga saat ini, keberadaan pengamen tersebut belum diketahui keberadaannya. “Ada yang bilang berada di kawasan Giwangan, namun akan kami telusuri,” jelasnya.

Kasus ini mencuat usai Sartini, 36, melaporkan perilaku keji majikannya ke Polda DIJ pada Selasa (15/11) lalu. Asisten rumah tangga asal Pucangsawit, Jebres, Solo ini melaporkan penganiayaan yang dilakukan oleh majikannya, Adi Cahyono alias Diduk terhadap anaknya yang masih berusia 1,5 tahun. Sejak periode Februari-September 2016, bocah berinisial JM itu mendapatkan berbagai perlakuan kekerasan.

Selama kurun waktu sembilan bulan, JM disiksa dengan cara dimasukkan ke dalam mesin cuci, kulkas, dan lemari. Bahkan balita itu disiram air panas di bagian kemaluan. Peristiwa itu dilakukan saat majikan tinggal di Klaten, Jawa Tengah dan Samalo, Jetis, Bantul. (bhn/ila/ong)