RADARJOGJA.CO.ID – Proyek gagal lelang pengadaan KTP elektronik oleh pusat berimbas ke daerah. Di Gunungkidul, puluhan ribu lebih penduduk harus menunggu percetakan hingga tahun depan. Untuk sementara, Pemkab Gunungkidul menerbitkan surat keterangan pengganti sementara.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Gunungkidul Eko Subiantoro mengatakan, informasi gagal lelang pengadaan KTP elektronik diterima, belum lama ini. Dirjen Kependudukan Kemendagri menyebutkan pengadaan blanko gagal lelang, sehingga kemungkinan baru pertengahan Januari 2017 baru ada blanko.

“Artinya, daftar tunggu untuk mendapatkan kartu tanda penduduk elektronik (KTP elektronik) di Gunungkidul terus membengkak. Jumlahnya mencapai puluhan ribu,” ungkap Eko Subiantoro, Kamis (24/11).

Mantan Sekretaris DPRD Gunungkidu ini menjelaskan, dari informasi yang diterima, dalam sehari rata rata pemohon mencapai 200-250 orang. Jika ditotal ada 20.049 penduduk di daerahnya yang kini masuk daftar tunggu, setelah melakukan rekam data KTP elektronik.

“Selama menunggu KTP elektronik, kami mengeluarkan surat keterangan sebagai pengganti. Itupun sudah ada barkod-nya,” ujarnya.

Meski program KTP elektronik terkendala macetnya pasokan blanko, Dispendukcapil Gunungkidul tetap menggalakkan jemput bola ke sekolah-sekolah dan pelosok desa untuk melakukan perekaman data.

Sementara itu, Kepala Bidang Kependudukan, Disdukcapil Gunungkidul Arisandi Purba menjelaskan, masa berlaku surat keterangan tersebut hanya selama 6 bulan. Karena itu, ia berharap sebelum habis masa berlaku surat keterangan kepingan KTP elektronik sudah jadi.

“Semoga pengiriman KTP elektronik nanti sesuai informasi awal,” kata Arisandi Purba.(gun/hes)