Anggap Wajar, Pilih Berseberangan dengan DPC PPP Kota Jogja

RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Nuansa perpecahan di tubuh Partai Persatuan Pembangunan kian terasa di wilayah Jogjakarta. Nuansa tersebut kian memanas ketika dua oraganisasi sayap partai berlambang kakbah itu memilih berseberangan dengan pengurus DPC Kota Jogja dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Jogja 2017.

DPC PPP lebih dulu bergabung secara resmi dengan koalisi Jogja Berkemajuan untuk mendukung pasangan Haryadi Suyuti – Heroe Poerwadi. Namun, Angkatan Muda Kakbah (AMK) dan Hamka Kauman Jogja justru mendeklarasikan diri mendukung pasangan nomor urut 1 di Posko Pemenangan Imam Priyono – Achmad Fadli (IP-Fadli), Baciro, Gondokusuman kemarin (24/11).

Meski berbeda pandangan, Pengurus Hamka Kauman Inung Nurzani mengklaim hubungannya dengan pengurus DPC PPP tetap baik.

Inung mengatakan, perbedaan pandangan tentang penentuan calon pemimpin merupakan hak demokrasi kader. Dia mengklaim, perbedaan pilihan bukan sebuah bentuk perpecahan partai.

“Tidak ada persoalan dalam perbedaan cara pandang politik PPP. Perbedaan pemilihan juga pernah terjadi dalam Pilkada Bantul tahun sebelumnya,” ucapnya.

Ya, di pilkada Bantul tahun lalu, DPW DIJ dan DPC PPP Bantul secara resmi medukung calon bupati petahana, Sri Surya Widati. Tapi, kader akar rumput menyokong Suharsono (bupati terpilih saat ini).

Inung menilai perbedaan pandangan tersebut sebagai dinamika politik yang wajar. Langkah tersebut malah diharapkan bisa mencairkan ketegangan dengan PDIP Perjuangan, salah satu partai pengusung IP-Fadli.

Sebagaimana diketahui, selama ini kerap muncul kesan adanya perseteruan antara simpatisan maupun kader PPP dan PDI Perjuangan di Kota Jogja.

“Dengan koalisi ini semoga bisa mematahkan persepsi orang akan gesekan yang terjadi pada kedua kader partai,” harapnya. Inung menyebut, visi misi Imam-Fadli cocok dengan Hamka Darwis.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kota Jogja Fakhrudin A.M mengaku kaget dengan deklarasi sayap PPP. Menurutnya, tak ada pengurus partai yang mengetahui sikap dua organisasi sayap PPP tersebut. Dia beralasan, dukungan resmi partai seharusnya diikuti oleh kader di bawahnya.

“Saya belum tahu. Nanti saya komunikasi dulu sekalian klarifikasi,” katanya. (bhn/yog/ong)