Foto-Foto: Budi Agung/Radar Jogja
LONGSOR: Suasana kerja bakti pembersihan material tanah yang menutup jalan di Desa Donorati, Purworejo, kemarin (24/11). Foto…penjaga stan Gebyar Bela Beli terpaksa cingcing dan tidak mengenakan alas kaki saat menyiapkan stan di Alun-Alun Purworejo.

Akses Jalan Terputus Enam Jam
Hujan Juga Sebabkan Lokasi
Gebyar Bela-Beli Mirip Sawah
PURWOREJO – Akses jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Donorati, Kecamatan Purworejo, dengan dua desa di Kecamatan Kaligesing, masing-masing Desa Tlogorejo dan Ngaran, sempat terputus enam jam. Kendaraan roda dua maupun empat harus memutar melalui jalan kampung untuk menghindari lokasi longsor yang terjadi di Dusun Panggulan RT 5 RW 2, Donorati, Rabu (23/11) malam.

Sukrowo, 50, warga RT 4 RW 1 Desa Donorati mengatakan, hujan deras mengakibatkan longsor dan menutup jalan terjadi sekitar pukul 22.30. Warga tidak berani melakukan pembersihan seketika, karena gelapnya lokasi dan takut ada longsor susulan.

“Bagaimana mau membersihkan Mas. Warga juga masih was-was kalau ada hujan deras. Kami baru melakukan kerja bakti pembersihan pagi hari tadi (kemarin, Red),” kata Sukrowo.

Melibatkan kurang lebih 50 orang, proses pembersihan berlangsung sekitar 1,5 jam, pukul 06.00-07.30. Warga bergerak cepat menggunakan peralatan yang dimiliki dan dibantu dengan pompa air. Material tanah didorong ke saluran air yang ada di bawah jalan. Adapun tebing yang longsor setinggi sekitar 15 meter dengan lebar kurang lebih 10 meter.

Selain adanya tanah longsor, hujan deras juga mengakibatkan aktivitas di lokasi Gebyar Bela Beli Sengkuyung Gathuk Mathuk Manthuk-Manthuk (SGM3) di Alun-Alun Purworejo terganggu. Saat kejadian, air menggenang di beberapa tempat mengakibatkan stan yang tidak menggunakan tambahan alas kayu sempat terendam.

Pantauan Radar Jogja, sisa-sisa genangan berakibat beceknya lokasi pameran. Ruas jalan di antara stan masih menyisakan air dan tanah menjadi becek. Kondisi itu sangat mengganggu persiapan pembukaan yang dilakukan para pengelola stan.

Di lokasi yang tidak dimanfaatkan untuk stan pameran, kondisinya juga tidak jauh berbeda. Adanya kendaraan roda dua maupun empat yang masuk ke dalam Alun-Alun menjadikan pemandangan di lapangan tidak sedap. (udi/laz)
Arsip PNPM Hanyut Terbawa Banjir
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Kaligesing, akibat luapan Sungai Sawahan di Desa Kaligono mengakibatkan talud dan bangunan bagian belakang kantor PNPM Kecamatan Kaligesing ambrol. Beberapa arsip milik PNPM Kaligesing hanyut dibawa aliran sungai.

“Bagian belakang kantor yang jebol. Kejadian ini yang kedua, sebelumnya talud sudah mengancam kantor BRI yang ada di sebelah timur kantor kami,” kata pengurus PNPM Kaligesing Joko Surono.

Dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo diperoleh keterangan, ada beberapa kejadian yang dilaporkan ke pihaknya. Selain kejadian di atas, hujan juga mengakibatkan Sungai Dlangu di Kecamatan Butuh meluap.

Air melimpah dari tanggul sungai dan masuk ke pemukiman warga di tujuh desa yakni Dlangu, Kedungagung, Kedungmulyo, Tegalgodo, Polomarto, Sruworejo, dan Tulusrejo. Ada sekitar 50 rumah di lima desa yang sempat kemasukan air.

“Luapan ada di tujuh desa di Butuh dan sempat masuk ke dalam rumah. Tapi masih dalam batas kewajaran,” kata Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Purworejo Sigit Ahmad Basuki. (udi/laz/nal)