RADARJOGJA.CO.ID – MUNGKID – Arus lalu lintas di jalan Secang-Pucang-Magelang mengalami gangguan. Pengguna kendaraan harus rela bergantian satu arah untuk melintasi jalur itu. Hal ini bisa terjadi karena sebagian ruas jalan ambrol.

Talud Jembatan Sumber runtuh sepanjang 15 meter dan tinggi berkisar 2-8 meter. Badan jalan baru (oprit) sisi barat tinggal separoh karena terseret bangunan senderan yang runtuh. Peristiwa ini berlangsung Selasa (22/11) pukul 17.00 WIB.

Kasi Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Kebupaten Magelang Parjan mengatakan, ada sedikit perubahan konstruksi dalam perbaikan nanti. Pasangan batu akan diperkuat cor beton bertulang. Namun, posisinya tak mungkin digeser ke selatan yang merupakan tanah penduduk. Perbaikan diperkirakan sepekan.

Peristiwa itu terjadi setelah turun hujan deras sejak tengah hari. Pasangan batu selokan sisi utara tiba-tiba ambrol. Dengan demikian, aliran air tersumbat sampah. Luapan air melimpah kemudian menyeberang jalan menuju bahu jalan sisi selatan.

“Talud ambrol karena tidak mampu menahan desakan air limpasan dari selokan sebelah utara,” kata Kabid Bina Marga DPU-ESDM Kabupaten Magelang David Rudiyanto kemarin.

Ia menampik anggapan bahwa talud yang berdiri hampir tegak lurus itu ambrol karena hasil pekerjaan proyek tak sesuai spek. Namun lebih dipengaruhi oleh faktor lain. Luapan air dalam jumlah besar masuk bahu jalan dan meresap ke bawah. “Batu selokan yang ambrol merupakan bangunan lama atau di luar paket proyek jembatan,” jelasnya.

Dampak lain dari peristiwa pascahujan deras itu, arus kendaraan dari dua arah di jalur alternatif Secang-Pucang-Magelang tersendat. Meski tidak ada yang mengatur, kendaraan dari arah berlawanan harus bergantian atas kesadaran masing-masing pengendara. (ady/laz/ong)