RADARJOGJA.CO.IDPT. XL Axiata Tbk (XL) konsisten memberikan kontribusi langsung terhadap pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Salah satunya lewat program Xmart Village yang dirintis sejak 2014. Tahun ini, memasuki tahun ke-3.

XL bersama-sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali meluncurkan Program Xmart Village 3.0. Salah satu tujuannya menciptakan standar baru pembangunan desa digital di Indonesia.

Peluncuran ini dilakukan Chief Digital Services XL Joseph Lumban Gaol, bersama beberapa kepala desa di Cibeusi, Lembang, Subang, Jawa Barat, Rabu (23/11).

Joseph Lumban Gaol mengatakan, sebagai penerus dari program Xmart Village 1.0 dan 2.0, pada Xmart Village 3.0, XL mengembangkan solusi-solusi yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat.

“Kami menyasar lebih banyak aspek. Di samping ekonomi dan pariwisata, kami berupaya meningkatkan minat baca, kesehatan, budaya, hingga administrasi desa,” kata Joseph.

Joseph menambahkan, melalui Xmart Village 3.0, XL ingin mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi digital secara positif. XL menghadirkan beragam inovasi digital bukan sekadar untuk mempertontonkan kecanggihan teknologi. Namun lebih untuk mengangkat peran teknologi dalam memajukan kehidupan masyarakat desa.

Selama ini, teknologi digital sering dipandang sebagai kebutuhan masyarakat perkotaan saja. Padahal di desa pun masyarakat sudah siap mengadopsi teknologi-teknologi baru. Tak hanya untuk berkomunikasi, juga membantu aktivitasnya sehari-hari.

Sejumlah aktifitas yang sudah siap dijalankan pada Xmart Village 3.0, antara lain digitalisasi taman bacaan, standarisasi smart toilet, geomapping, peningkatan standar administrasi pedesaan, penyediaan website, dan layanan digital lainnya. Sperti instagram, pembuatan video 360, dan pelatihan digital bagi anak dan wanita.

Khusus untuk digitalisasi taman bacaan, 320 anak di desa-desa sasaran saat ini bisa menikmati buku-buku dalam format digital. Bahkan, koleksi buku tersebut bertambah. Bukan secara fisik, melainkan secara digital. Buku-buku digital terbaru sudah bisa dinikmati di taman bacaan tersebut. Taman bacaan ini menjadi taman bacaan digital pertama di Indonesia.

Selain fasilitas buku dan fasilitas digital, taman bacaan ini juga memiliki fasilitas perangkat Virtual Reality (VR). Perangkat VR ini dilengkapi sejumlah aplikasi yang sesuai program Internet Sehat atau Melek Internet yang didukung XL.

Dalam program Xmart Village 3.0, XL juga meluncurkan standarisasi smart toilet dari sudut pandang wanita. Smart toilet ini telah diujicobakan di Desa Cibeusi dan framework yang disusun melalui tahap-tahap riset sesuai arahan pihak ITB. Standarisasi toilet pintar ini memberikan parameter kelayakan berdasarkan ukuran, sirkulasi udara, pencahayaan, tingkat privasi, dan beberapa parameter lainnya berdasarkan kebutuhan wanita. Standarisasi ini merupakan yang pertama di dunia dan harapan utamanya adalah menjadi acuan baru penyediaan sanitasi di desa-desa lainnya.

Untuk membantu pariwisata di kawasan Desa Cibeusi dan Batu Loceng, XL melengkapi alat bantu promosi berupa website yang berisi beragam info mengenai desa. Selain itu juga ada geomapping wilayah desa sebagai panduan lokasi wisata, video 360 yang menyajikan pengalaman berkeliling desa, hingga SMS Blast ke wilayah potensial.

Yang unik dari Xmart Village 3.0, adalah tersedianya akun instagram serta video 360. Konten dari layanan ini dibuat, sepenuhnya masyarakat setempat. Termasuk penyusunan dan pengolahannya dalam format video 360. Ini membuktikan tingkat adopsi masyarakat terhadap teknologi digital tidak kalah dengan masyarakat kota selama mereka diberi kesempatan yang sama untuk belajar. Video tersebut bisa dilihat pada laman xmartvillage.com.

XL juga mengadakan pelatihan digital bagi anak-anak sekolah dan komunitas ibu-ibu wirausaha untuk membudayakan Internet Sehat dan mengenalkan dunia e-commerce. Lewat pelatihan ini, mereka belajar bagaimana memanfaatkan teknologi secara positif. Anak-anak juga mendapat kesempatan belajar menggunakan teknologi Virtual Reality (VR) yang dilengkapi berbagai aplikasi dan permainan edukatif.

Bagi para wanita, pelatihan ini bermanfaat. Karena mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas lagi. Pelatihan ini diharapkan mengangkat peran wanita dalam kontribusinya terhadap ekonomi desa.(hes/dem)