RADARJOGJA.CO.ID – Jumlah sekolah dasar (SD) yang menerapkan konsep pendidikan berbasis Kurikulum 2013 (K13) jumlahnya masih kecil. Kepala Bidang TK dan SD Disdikpora Gunungkidul Sri Andari mengatakan, tahun ajaran baru 2016-2017 ditetapkan per Juli. Namun, ia mengakui program Kurikulum 2013 belum bisa diterapkan secara keseluruhan di semua sekolah.

Disdikpora Gunungkidul mencatat, sesuai kuota yang diberikan Kementerian Pendidikan Nasional di tahun ajaran 2015-2016, SD yang sudah melanjalankan Kurikulum 2013 baru ada 100 sekolah yang menyelenggaran pendidikan berbasis Kurikulum 2013.

“Tahap awal pelaksanaan penerapan pendidikan berbasis Kurikulum 2013 belum bisa dilakukan menyeluruh. Karena program kemendiknas ini akan menerapkannya secara bertahap,” ungkap Sri Andani, Rabu (23/11).

Andani akan berupaya maksimal agar semua sekolah di Kabupaten Gunungkidul secepatnya menerapkan sistem Kurikulum 2013. Ia terus mendorong sekolah menerapkan kurikulum baru tersebut.

Dari total 483 SD, yang telah menerapkan pembelajaran dengan Kurikulum 2013 baru 100 sekolah. Tahun depan, Andani telah menambah kuota sekolah untuk menerapkan kurikulum tersebut. “Tahun 2017 akan ditambah 145 sekolah lagi,” terangnya.

Menurutnya, perbedaan mendasar sistem Kurikulum 2013 dengan yang sebelumnya, antara lain, sistem kurikulumnya lebih menekankan pada pembangunan karakter yang seimbang antara pengetahuan dengan kepribadian. Disdikpora menargetkan, pada tahun 2019 semua sekolah dasar di Gunungkidul menerapkan K13.

Bayu Prihartanto, seorang guru SD Wonosari IV menyambut baik pelaksanaan Kurikulum 13. Ia memberi catatan agar sarana dan prasarana, seperti buku ajar jauh lebih banyak dibanding kurikulum sebelumnya.

“Harus didukung alokasi peningkatan anggaran yang cukup,” usul Bayu.

Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Gunungkidul Hery Nugroho minta dinas pendidikan agar mengimbangi dengan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, saat menerapkan sistem kurikulum yang baru tersebut.

“Dengan begitu kurikulum ini bisa tersampaikan dengan baik pada para siswa,” kata politisi Golkar ini.(gun/hes)