RADARJOGJA.CO.ID-Orang tua mana yang tak bangga anaknya mampu menembus kejuaraan dunia. Perasaan ini dialami orang tua dari keenam pelajar asal DIJ yang bakal terjun di kejuaraan tahunan World Robotic Olympiad (WRO) 2016, di New Delhi India 25-27 November.

Mereka adalah Alif, Ransi, dan Lingga dari Team Astor dan Adam, Adrian, serta Rey dari Team Oreo. Mereka akan bersaing dengan 74 peserta dari 60 negara lain.

Penanggung Jawa Tim Robotic Education Center Jogja Fakih Satria Rahman menjelaskan sebelum ikut dalam event tahunan tersebut, berhasil menjuarai Indonesian Robot Olympiad (IRO) di Surabaya. Prestasi itulah yang kemudian membuat dua tim ini mendapatkan hak mewakili Indonesia di WRO yang kali ini dilaksanakan di India.

“Team Astor di IRO dapat juara tiga nasional sementara Team Oreo dapat juara pertama,” ungkapnya.

WRO 2016 kali ini mengangkat tema Rap the Scrap, yang meminta para peserta untuk membuat robot yang dapat mengelola, mengolah hingga mendaur ulang sampah dan limbah. Tema yang diambil tahun ini, jelas Fakih disesuaikan dengan isu global warming. Para peserta dari DIJ sendiri sudah diarahkan kesana. “Robot yang dibuat juga disesuaikan dengan kelompok usia peserta,” jelasnya.

Untuk tim Astor akan ikut dalam kategori elementary atau dibawah usia 13 tahun. Kelompok tersebut mengangkat tema Clean Road to School dengan tantangan membuat robot yang bisa membersihkan sampah di sepanjang jalan menuju sekolah. Sedang tim Oreo, yang ikut dalam kategori junior, membuat robot yang dapat mengumpulkan dan membawa sampah yang dapat didaur ulang.

Tim pelatih Robotic Education Center Jogja Angga Satya mengakui persaingan dalam WRO 2016 nanti akan lebih berat. Tapi paling tidak, pihaknya berharap dapat melebihi prestasi 2015 lalu, saat kontingen Indonesia bisa masuk 20 besar. Untuk hal itu sudah dipersiapan lebih dari enam bulan. “Peluang itu ada, tapi ada faktor penting untuk menyiasati kendala teknis di lapangan,” ujarnya. (pra/eri)