RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Aksi kekerasan cah klithih yang melibatkan pelajar bersenjata tajam kembali terjadi di wilayah Sleman. Kali ini seorang siswa SMK 2 Jogjakarta, Anom Juna Pradana, 17, menjadi korban pembacokan pada Selasa (22/11). Sehari sebelumnya di kawasan Gamping, seorang siswa sebuah sekolah swasta bernama Bagas Tri Usada, 16, juga menjadi korban penusukan dengan senjata tajam di Ringroad Barat
Korban pembacokan Anom Juna Pradana diserang oleh dua orang tidak dikenal persis di depan rumahnya pada Selasa sore (22/11) saat pulang sekolah. Dari informasi yang dihimpun, aksi pembacokan terjadi sekitar pukul 17.30. Ketika itu, korban tengah berada tepat di depan pintu rumahnya di Dusun Jetak, Sidokarto, Godean.

“Korban dibacok dengan celurit dan mengalami luka punggung bagian kanan,” jelas Kanit Reskrim Polsek Godean Iptu Darban, kemarin (23/11).

Setelah membacok korban, pelaku langsung kabur dengan sepeda motor matic yang dinaiki ke arah utara. Orang tua korban bersama sejumlah tetangga langsung mencoba melakukan pengejaran.

Namun upaya pengejaran yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Di sisi lain, keluarga langsung membawa korban ke rumah sakit At Taurot, Godean untuk mendapatkan perawatan medis terhadap luka yang dialaminya
Usai mendapatkan pertolongan medis, orang tua korban langsung melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke Polsek Godean dengan laporan polisi bernomor 93/XI/2016/SPkt Godean, tertanggal 22 November.

Hingga kemarin, penyidik dari Polsek Godean baru berhasil melakukan pemeriksaan ke sejumlah saksi. Sedangkan korban hingga kemarin siang masih belum bisa dimintai keterangan karena kondisi kesehatannya yang belum pulih. “Korban belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya,” tandas Darban.

Sementara itu, sehari sebelumnya di kawasan Gamping, seorang siswa sebuah sekolah swasta bernama Bagas Tri Usada, 16, menjadi korban penusukan dengan senjata tajam di Ringroad Barat, tepatnya di wilayah Trihanggo, Gamping, Sleman. Akibatnya korban mengalami luka tusuk di bagian pinggang.

Untuk kasus tersebut, hingga kemarin petugas dari Polsek Gamping masih melakukan upaya pengejaran terhadap dua orang pelaku yang diketahui mengendarai sepeda motor matic berboncengan. Pelaku mengenakan seragam SMA berwarna abu-abu dan jaket berwarna cokelat. “Masih didalami oleh penyidik,” jelas Kapolsek Gamping Kompol Helli Wijiyatno. (bhn/ila/ong)