RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Proyek perbaikan Jembatan Denggung yang ambrol dan longsor akibat hujan deras 10 November lalu baru saja dimulai petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Sleman. Proyek tersebut ditargetkan selesai pertengahan Desember.

Kasi Pembangunan dan Pemeliharaan Jembatan, Bidang Bina Marga Suwarsono mengakui telah terjadi keterlambatan perbaikan jembatan di wilayah Desa Tridadi itu. Perbaikan dimulai Selasa (22/11). Jeda dua minggu setelah jembatan ambrol. Alasannya, penganggaran proyek sudah masuk akhir tahun.

Jika dipaksakan dengan dana yang tersisa, proyek perbaikan jembatan dikhawatirkan tidak akan maksimal. Karena itu, DPUP menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Selain talud kami juga memperbaiki bagian drainasenya. BPBD membantu pengadaan material untuk menguatkan pondasi jembatan,” jelasnya kemarin (23/11).

Alat berat diterjunkan untuk percepatan pengerjaan proyek.

Dikatakan, jalan yang diperbaiki sepanjang 20 meter dan lebar 7 meter dengan kedalaman 10 meter.

Kasi Drainase, Bidang Cipta Karya Zaini Anwar menambahkan, proyek tersebut diperkirakan menelan dana Rp 230 juta.
Menurut Anwar, dibutuhkan teknis khusus untuk memperbaiki Jembatan Denggung. Itu lantaran keberadaan saluran drainase di bawahnya yang ikut terputus.
Terpisah, Plt Kepala Pelaksana BPBD Sleman Kunto Riyadi membenarkan adanya kerja sama perbaikan jembatan. “Kami hanya membantu tanah urug. Kebetulan masih ada stok. Teknis pengerjaan memang tugas pokok fungsi DPUP,” katanya.(dwi/yog/ong)