SLEMAN – Aparat Polda DIJ siap mengusut dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru SDN Model Sleman, Agung Dharmawan, terhadap salah seorang muridnya.

Kasubdit Remaja Anak dan Wanita Ditreskrimum Polda DIJ AKBP Bejo mengatakan, kasus dugaan pencabulan ini juga menjadi perhatiannya. Namun, penyelidikan belum berjalan karena aparat dari perlindungan anak dan perempuan (PPA) Polda DIJ masih fokus pada pengusutan kasus penganiayaan terhadap JM, bocah berusia 1,5 tahun.

BACA:
Pencabulan SDN Model, Sekolah Merasa Kecolongan

“Kasus yang menimpa JM memang mendesak untuk kami tangani. Nanti setelah ini pasti akan kami selediki laporan mengenai adanya pencabulan,” jelas Bejo kemarin (22/11).

Dia mengatakan, pihaknya selalu mengusut kasus yang menimpa anak-anak. Dalam dugaan pencabulan yang terjadi di SDN Model Sleman, upaya pemanggilan saksi perlu dilakukan untuk menguatkan bukti. “Saksinya nanti siapa, akan kami pelajari di laporan itu,” jelasnya.

Sebelumnya, masyarakat insan pendidikan dikejutkan oleh dugaan pencabulan yang dilakukan guru kelas 5 Agung Dharmawan terhadap seorang siswanya. Aksi tak layak itu, dilakukan di UKS sekolah.

Saat ini, guru yang tak pantas digugu itu hanya mendapatkan sanksi pemindahan tugas dari SDN Model Sleman ke UPT Pelayaanan Pendidikan Kecamatan Berbah.

Kepala sekolah SDN Model Yuliati Indarsih mengaku kecolongan atas peristiwa itu. Sekolah memandang pelaku selama ini cukup baik dan salah satu guru cukup potensial.

“Begitu ada laporan orang tua siswa ke sekolah, kami segera merekomendasikan ke dinas untuk mengambil langkah selanjutnya,” jelas Yuliati.

Sementara itu, Kepala UPT Pelayanan Pendidikan Kecamatan Berbah Sleman Drs Muji Harjana mengakui adanya pemindahan guru dari SD Model Sleman ke jajarannya. Sosok ini adalah Agung Dharmawan.

Sayangnya, Agung tengah dinas luar kantor saat Radar Jogja berusaha menemuinya di kantor UPT. Muji menjelaskan, Agung telah dipindahkan sejak 16 November. Sejak saat itu, PNS golongan IIIA itu menempati posisi staf sub bagian tata usaha.

“Statusnya hanya dititipkan oleh Disdikpora Kabupaten Sleman. Untuk jangka waktunya kami tidak mengetahui secara jelas sampai kapan. Semua merupakan keputusan dari Disdikpora,” jelas Muji kemarin (22/11).

Dalam surat keputusan itu memang tidak dijelaskan sampai kapan pemindahan. Hanya saja dalam hal ini UPT Pelayanan Pendidikan bertugas melakukan pembinaan.

Muji menjelaskan dalam keseharian Agung tergolong ramah dan aktif. Tidak menunjukkan menurunnya psikologis setelah dilaporkan. Tentang kasusnya sendiri, Muji tidak bisa berkomentar banyak karena bukan wewenangnya. (bhn/dwi/laz/ong)