RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Pelaku penganiayaan terhadap anak pembantu rumah tangga Sartini, JM, 1,5 tahun, dibekuk jajaran Ditreskrimum Polda DIJ di Jawa Tengah, Selasa dini hari (22/11). Layaknya film action, penangkapan Adi Cahyono alias Diduk, diwarnai aksi saling kejar hingga berakhir di lokasi penangkapan di Hotel Pondok Garuda, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah
Diduga, mobil Suzuki Ertiga yang ditumpangi pelaku hendak melarikan diri ke wilayah timur. Hal itu terungkap dari sejumlah barang yang sudah dikemasi, baik di kediaman di Samalo, Jetis maupun di kawasan Wonosari, Klaten.

BACA;
Bocah 1,5 Tahun Dimasukkan Mesin Cuci, Gigi Dicabut Pakai Tang

Salah seorang saksi mata yang turut serta dalam upaya penangkapan pelaku, Woro menuturkan, awalnya rombongannya dan pihak kepolisian mencari pelaku di Samalo, Jetis, Bantul. Namun, berdasarkan informasi pelaku berada di wilayah Klaten, Jawa Tengah.

Aparat kemudian bergerak menuju rumah saudara pelaku di Klaten. Sesampainya di depan pos polisi, rombongan Woro melihat kendaraan yang biasa digunakan pelaku. Mereka lantas melakukan koordinasi melakukan pengejaran. “Mobilnya melaju kencang kira-kira di atas 100km/jam,” ujar Woro yang juga kerabat dari Sartini.

Aparat kepolisian, sempat kehilangan jejak pelaku. Setelah dilakukan penelusuran melalui GPS, mobil yang ditumpangi pelaku ternyata berada di kawasan Tawangangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Dari informasi yang beredar, pelaku berupaya melarikan diri ke Surabaya, Jawa Timur.

Belum sempat bergeser, aparat kepolisian yang dipimpin Kasubdit Remaja Anak dan Wanita Ditreskrimum Polda DIJ AKBP Bejo dan Kanit PPA Ditreskrum Polda DIJ Kompol Retnowati menyambangi tempat singgah pelaku pukul 01.20. Saat itu, pelaku bersama anak dan istrinya. Terdapat pula seorang pria yang diduga kerabat dari pelaku.

Direktur Ditreskrimum Polda DIJ Kombes Polisi Frans Tjahyono mengatakan, status pelaku sudah ditingkatkan menjadi tersangka sejak Senin sore (21/11) lalu. Itu dilakukan setelah diterimanya hasil visum yang digunakan sebagai alat bukti.

“Semalam atau dinihari kami melakukan penjemputan paksa. Pelaku kami tangkap di wilayah Jawa Tengah,” jelas Frans di Mapolda DIJ.

Dia menjelaskan, penjemputan paksa pelaku dilakukan atas beberapa pertimbangan. Termasuk adanya indikasi pelaku akan melarikan diri. Sebab, saat aparat menyambangi kediaman pelaku di Samalo, Jetis, sudah tidak ada tanda-tanda keberadaan pelaku. “Kami melihat keadaan barang-barang sudah dikemasi,” jelasnya.

Setibanya di Mapolda kemarin pagi (22/11), pelaku selama beberapa jam menjalani pemeriksaan di ruang unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Direskrimum Polda DIJ. Dalam pemeriksaan kemarin pagi, pelaku belum didampingi kuasa hukumnya.

Sebelum digiring ke sel tahanan Mapolda DIJ, tampak pelaku menandatangani sejumlah berkas. Seorang penyidik yang mengantarkan pelaku ke sel, sempat menanyakan kelengkapan pakaian pelaku.

Frans menerangkan, tahap selanjutnya pelaku akan dimintai keterangan atas materi pidana yang diperbuat. Pihak kepolisian juga akan memanggil istri pelaku yang selama ini menyaksikan peristiwa penganiayaan. “Langkah selanjutnya, kami akan dalami dan kembangkan kasusnya,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku Diduk saat diwawancarai awak media memilih irit bicara. Dia menyerahkan kasus yang dialaminya sepenuhnya kepada pengacara. “Biar pengacara saya saja nanti yang bicara,” jelasnya.

Selama ini, Diduk mengakui mengikuti perkembangan kasusnya melalui media. Termasuk upaya penjemputan dirinya. “Ketika itu ada orang tv (reporter televisi) tanya ke toko soal penjemputan,” tandasnya. (bhn/ila/ong)