Budi Agung/Radar Jogja
MAKSIMAL: Tiga alat pengolah gula kristal yang diproduksi siswa SMKN 1 Purworejo saat diluncurkan di sekolah ini, kemarin (22/11).

Melihat Karya Siswa SMKN 1 Purworejo Bantu Perajin Gula KristalAlat Mudah Dioperasikan, Per Hari Produksi Tambah 15 Kg

Pengolahan gula merah ke gula kristal masih mengalami kendala bagi petani. Kondisi itu menggugah SMKN 1 Purworejo menghadirkan alat yang akan banyak membantu proses pembuatan gula kristal.

BUDI AGUNG, Purworejo
Menggunakan tenaga manual, seorang perajin gula kristal hanya bisa memproduksi maksimal 25 kg gula dalam sehari. Di tengah tingginya permintaan pasar, kondisi ini jelas tidak menguntungkan.

Petani membutuhkan alat yang hemat dan efisien untuk mendukung produksinya. Sayang, belum ada alat khusus dari pabrikan yang menyediakan hal itu.

Kondisi ini membuat SMKN 1 Purworejo tergerak mengembangkan potensi siswa. Utamanya yang berada di jurusan mesin dan las untuk melahirkan sebuah alat yang mampu membantu aktivitas perajin.

Ternyata bukanlah pekerjaan yang sulit, anak-anak dengan cepat menuangkan ide-idenya dalam tiga bentuk alat yang akan banyak membantu pembuatan gula kelapa. Ketiga alat memiliki fungsi berbeda di mana alat pertama dikhususkan untuk proses pengolahan nira atau pencairan gula Jawa.

“Yang kedua adalah proses pengkristalan. Jadi ada pemanas yang digerakkan mesin di mana perajin tinggal menekan batok kelapa di atas wajan. Alat ini dilengkapi semacam solet untuk menjaga agar kristal tidak keluar wajan,” kata Kepala SMKN 1 Purworejo Budiyono saat peluncuran ketiga alat ini di gedung serbaguna sekolah setempat, kemarin (22/11).

Memastikan gula kristal dalam bentuk senada, telah disiapkan alat penyaring berbentuk miring untuk memudahkan proses penyaringan. Perajin akan lebih mudah memilah gula kristal dan tinggal melakukan pengemasan dari hasil penyaringan.

“Kami senang ternyata alat yang kami buat ini bisa berfungsi dengan baik. Mudah-mudahan akan bisa diterima perajin untuk membantu proses pembuatan gula kristal,” tambah Budiyono.

Jika permintaan banyak, tidak menutup kemungkinan alat diproduksi secara masal. Harga yang ditawarkan juga sedang dan terjangkau.

Seorang perajin, Tukijan, 44, warga Desa Somongari RT 5 RW 3 Kecamatan Kaligesing, Purworejo, mengaku adanya alat itu akan sangat membantu. Ia mendapat kesempatan melakukan uji coba pertama kali.

“Saya sudah mencobanya dan cukup mudah. Ini akan bisa membantu proses produksi. Jika sehari rata-rata hanya sekitar 25 kg, dengan alat ini bisa sampai 40 kg,” ujar Tukijan.

Ia memberikan catatan, perlu ada perhitungan penggunaan gas elpiji untuk pemanasan wajan dan listrik bagi proses pencairan, pengeringan dan penyaringan gula kristal.

“Kalau sudah ketemu harganya, bisa ditentukan berapa keuntungan yang bisa didapat dari penggunaan alat,” tandas Tukijan. (laz/nn/nal)
Sambungan:
Perajin Tinggal Tekan Batok Kelapa di Atas Wajan