RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Persaingan panas menuju kursi pemimpin Kota Jogja dan Kulonprogo tak terasa dalam silaturahmi Pilkada Serentak 2017 yang digelar di halaman Kantor KPU DIJ kemarin (22/11). Suasana mulai mencair saat para pasangan calon (paslon) peserta pilkada foto bersama dengan Wakil Gubernur DIJ Paku Alam (PA) X.

Awak media meminta mereka saling bergandenganan tangan. Secara spontan Iriani Pramastuti berkelakar menggoda rivalnya, Hasto Wardoyo, calon Bupati Kulonprogo itu. “Bukan muhrim bergandengan nggak apa-apa nih?” tanyanya.

Setelah selesai foto bersama pun, calon wakil bupati yang berpasangan dengan Zuhadmono Azhari itu kembali bercanda. “Wah, Pak Hasto tangannya tidak mau dilepas, nih,” ujar Iriani disambut tawa hadirin.

Sayangnya, saling canda antarpaslon Pilbup Kulonprogo itu tidak menular ke peserta Pilwali Kota Jogja. Paslon Haryadi Suyuti (HS) dan Heroe Poerwadi (HP) berhalangan hadir. Sementara Imam Priyono (IP) dan Achmad Fadli mengikuti acara hingga rampung.

“Kami memohon maaf karena bapak HS dan HP ada acara yang tidak bisa ditinggalkan,” ujar Isdianto, salah seorang tim sukses yang mewakili paslon nomor urut 2 itu.

Ketika dikonfirmasi, HP mengaku tidak bisa hadir karena bersamaan dengan jatah kampanye yang sudah direncanakan jauh-jauh hari, sehingga tidak mungkin dibatalkan begitu saja. Karena itu, demi menghormati undangan KPU DIJ pihaknya mengirim utusan.

Di sisi lain, HP mengimbau KPU DIJ supaya berkoordinasi dengan KPU Kota Jogja maupun tim paslon terlebih dahulu jika akan menyelenggarakan acara.

“Jangan membuat agenda yang bersamaan dengan jadwal yang sudah diagendakan jauh hari, sehingga semua bisa berpartisipasi,” pintanya.

Tanpa kehadiran HS dan HP, acara deklarasi pilkada damai dan berintegritas tetap berjalan. Ketiga paslon peserta pilkada serentak membacakan deklarasi secara bergiliran.

Poin penting yang ditekankan mereka adalah kesamaan visi untuk melaksanakan pilkada tanpa politik uang.

Ketua KPU DIJ Hamdan Kurniawan mengatakan, deklarasi tersebut merupakan janji dan komitmen tiap paslon untuk tetap harmonis menjaga etika politik. Dari pengamatannya selama masa kampanye yang sudah berjalan hampir sebulan ini berjalan baik dan kondusif. “Harapan kami para pelaku politik saling menghormati, tidak ada sikap saling bermusuhan, dan saling mengejek,” pesannya.

Dalam kesempatan itu PA X mengingatkan, pilkada serentak adalah bagian dari demokrasi Indonesia. Dia melihat, selama satu dekade terakhir perhelatan pilkada di tingkat lokal justru terasa nuansa kapitalistik, emosional, dan transaksional. “Hal itu menyadarkan kita pentingnya demokrasi yang efisien, mengedepankan akal sehat, derajat kompetisi yang seimbang tanpa mengurangi makna kedaulatan rakyat,” paparnya.

Adipati Kadipaten Pakualaman itu menegaskan, pilkada yang damai dan berintegritas akan menghasilkan pemimpin publik yang bermartabat. “Karena memenangi kontestasi politik secara jujur dan akuntabel,” lanjut PA X. (pra/yog/ong)