RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO– Cuaca ekstrem akibat perubahan iklim berdampak cukup serius di wilayah pesisir selatan DIJ. Dinas Keluatan dan Perikanan DIJ punya kiat mengasah kepekaan generasi muda terhadap dampak perubahan iklim. Salah satunya melalui program Sekolah Pantai Indonesia (SPI).

“Intinya, kami mengajak pra pemuda agar lebih peduli dan berbuat nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Kabid Kelautan dan Pesisir Sri Harnanto kemarin (21/11).

SPI merupakan bagian dari kampanye Gerakan Cinta Laut (Gita Laut). Program ini inisiasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir, khususnya siswa sekolah di wilayah pesisir tentang pengelolaan pantai. Serta menumbuhkan kepedulian dan kecintaan pada lingkungan dengan membekali siswa tentang dampak perubahan iklim terhadap ekosistem pesisir.

Kali ini siswa-siswi SMKN 1 Temon (SMK Kelautan Temon) Kulonprogo menjadi sasaran program. Melalui SPI mereka diberi pelatihan peduli dampak perubahan iklim dengan prinsip 4 A. Yakni, Amati, Analisa, Ajarkan, dan Aksi.

Praktik ilmiah dilaksanakan di kawasan hutan mangrove Jangkaran, Temon. Siswa terlibat langsung mengamati kondisi ekosistem mangrove. Dalam aksi, para siswa melakukan penanaman seribu bibit mangrove.

Para siswa diharapkan dapat merancang dan melaksanakan berbagai aktivitas untuk mengatasi berbagai permasalahan pesisir yang teridentifikasi.

Selama mengikuti SPI hingga akhir November, para siswa juga diajari ilmu mitigasi bencana.

“Dalam dua bulan, selama seminggu sekali para siswa diberikan pengetahuan secara teori dan melakukan praktik lapangan, sehingga mereka mampu memahami hal-hal mendasar tentang ekosistem pesisir, manfaat, serta pengaruhnya bagi kehidupan sehari-hari,” papar Harnanto.

Peserta SPI yang terdiri atas 25 siswa dan dan 180 pramuka juga dikenalkan teknik penanggulangan pencemaran lingkungan di Pantai Glagah dan sekitar lagunanya. Melalui kegiatan bersih-bersih pantai. “Target kami mengajak semua komponen, baik pelaku wisata, pelaku tambak untuk menjaga kebersihan lingkungan pantai,” katanya.

Aksi peserta SPI dilanjutkan di kawasan Tugu Jogja. Mereka membagikan stiker yang berisikan ajakan untuk menjaga kebersihan sungai kepada masyarakat. Tujuannya, menggugah kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. (tom/yog/ong)