JOGJA – Anggota DPD RI Afnan Hadikusumo menyatakan ada empat kunci untuk menguatkan keindonesiaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satunya adalah keteladanan dari pemimpin.

Menurutnya, keteladanan memiliki peran sentral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab, keteladanan merupakan jurus ampuh untuk membentuk karakter.

“Pemimpin berikan tauladan bagi generasi bangsa dan secara konsisten jalankan UUD RI dan Pancasila,” jelasnya dalam diskusi kebangsaan di Aula PWI DIJ, kemarin (21/11).

Kunci kedua adalah pendidikan karakter sejak dini. Ketiga adalah penegakkan hukum yang konsisten. “Kuncinya juga mengembalikan otonomi daerah pada relnya,” paparnya.

Pembicara lainnya yakni M Djadul Maulana (PWNU DIJ) dan Andrie Irawan SH MH (Universitas Cokroaminoto Jogjakarta). Djadul Maulana menyatakan, Bhinneka Tunggal Ika sangat pas dengan Indonesia. Hanya, kata dia, banyak masyarakat mengerti tapi tidak menghayati dengan sungguh-sungguh. “Bhinneka Tunggal Ika sudah terbentuk jauh sebelum abad 19. Jika ada yang ingin memecah negara Indonesia berarti telah melawan sejarah kebudayaan,” tegasnya. (kus/ila/ong)