Nyalakan Lilin Jadi Simbol Pencerahan

Perdamaian, toleransi, harmoni, dan persaudaraan bangsa Indonesia harus terus digelorakan. Itu pula yang dilakukan Forum Persaudaraan Rakyat Cinta Indonesia dengan menggelar Kirab Budaya Kebangsaan kemarin malam (21/11). Kirab ini diikuti oleh ratusan orang dari beragam lapisan masyarakat di DIJ.

VITA WAHYU HARYANTI, Jogja

HUJAN deras disertai angin hingga merobohkan pepohonan di Kota Jogja tadi malam (21/11), tak membuat ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat DIJ urung menggelar aksi damai dengan balutan kirab budaya. Mereka tetap bersemangat menyebarkan pesan perdamaian.

Rombongan kirab berkumpul di parkiran Abu Bakar Ali untuk melakukan upacara terlebih dahulu sebelum berjalan menuju Tugu Golong Gilig. Mengusung tema Dari Jogjakartaa Kita Jaga dan Bela NKRI, kirab ini bertujuan mengajak lapisan masyarakat untuk menjaga kesatuan dan persatuan NKRI.

Dengan mengenakan pakaian adat dan busana nuasana merah putih, peserta kirab menyalakan lilin di Tugu Golong Gilig. Nyala lilin ini sebagai simbol pencerahan dan penerangan atas keprihatinan situasi yang sedang terjadi di Indonesia baru-baru ini.

Sebelumnya kirab ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Pancasila, pembacaan pernyataan sikap, dilanjutkan doa lintas agama. Kemudian dilanjutkan dengan pementasan beragam kebudayaan nasional dipentaskan dalam kirab tersebut.

Penanggungjawab Kirab Budaya Kebangsaan Katin Subiyantoro mengatakan, kirab ini diharapkan dapat memperkokoh serta memperkuat negara kesatuan, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika. “Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia merupakan harga mati bagi bangsa ini yang harus ditegakkan, dibela, dan dijaga,” tegasnya.

Kirab ini berhasil menarik perhatian banyak pengunjung yang berada di sekitar Tugu Jogja. Aparat kepolisian dibantu relawan sudah mengatur jalannya lalu lintas dengan baik agar tidak terjadi kemacetan selama kirab berlangsung.

Harapannya, kirab budaya yang juga berisikan aksi moral ini mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak gampang terhasut hal-hal yang berbau provokasi. terlebih yang dapat menyebabkan perpecahan.

Selain itu dengan aksi ini warga dapat ikut berpartisipasi melawan setiap upaya aktor-aktor politik yang bernafsu ingin menjatuhkan pemerintahan yang sah dan konstitusional. “Serta mendesak semua pihak untuk menghormati dan tunduk pada undang-undang serta aturan hukum yang berlaku,” ungkapnya. (ila/ong)