Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-52 Tingkat DIJ

Saatnya masyarakat menyisihkan anggaran keluarga untuk kesehatan. Sebab, masyarakat sekarang ini cenderung membelanjakan uangnya untuk beli kosmetik, pulsa, dan rokok. Anggaran keluarga untuk kesehatan ini juga digelorakan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 tingkat DIJ.

KUSNO S. UTOMO, Jogja

PUNCAK peringatan HKN ke-52 tingkat DIJ ditandai dengan kegiatan senam pagi di Alun-Alun Selatan Keraton Jogja, kemarin (18/11). Tak kurang sekitar seribu peserta mengikuti acara yang dimulai pukul 07.00. Mereka berasal dari perwakilan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov DIJ, jajaran dinas kesehatan kabupaten dan kota se-DIJ serta beberapa perguruan tinggi yang memiliki jurusan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembajun Setyaningastutie mengatakan, HKN menjadi momentum bagi jajarannya untuk terus mengajak masyarakat menjaga kesehatan.

“Menjaga kesehatan sekaligus menjaga gaya hidup sehat,” ucap Pembajun di sela acara.

Gaya hidup sehat itu, terang Pembajun, dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam keseharian. Menurut mantan direktur RS Grhasia itu, PHBS menjadi tradisi yang ditanamkan dan dipraktikkan di tengah masyarakat sejak dini.

Tradisi hidup sehat itu harus dijaga dan dirawat. Caranya, kata Pembajun, dengan menerapkan tiga hal. Pertama, melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Kedua, mengecek kondisi kesehatan secara rutin. “Ketiga membiasakan makan sayur dan buah setiap hari,” ujar perempuan yang berulang tahun setiap 12 September ini.

HKN kali ini mengambil tema Indonesia Cinta Sehat dengan sub tema Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat. Dengan tema itu, Pembajun mengingatkan masalah kesehatan bukan hanya tanggung jawab jajaran bidang kesehatan. “Tanggung jawab seluruh lintas sektor,” ingatnya.

Dia juga ingin masyarakat berpartisipasi aktif dalam pembangunan kesehatan. Apalagi pembangunan kesehatan dewasa ini diarahkan pada kegiatan promotif dan preventif. “Arahnya bukan lagi kuratif serta rehabilitatif,” ujarnya.

Partisipasi masyarakat itu diwujudkan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Gerakan tersebut telah diluncurkan dalam puncak peringatan HKN ke-52 tingkat nasional di lapangan Tamanan, Banguntapan, Bantul pada 15 November lalu.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DIJ Inni Hikmatin menambahkan saatnya masyarakat menyisihkan anggaran keluarga untuk kesehatan. Sebab, masyarakat saat ini cenderung membelanjakan untuk kosmetik, pulsa, dan rokok. “Anggaran untuk kesehatan jarang diperhatikan. Padahal itu penting,” ucap Inni yang juga bertindak sebagai ketua panitia HKN tingkat DIJ.

Inni menambahkan, acara di alun-alun selatan itu menjadi puncak dari sejumlah kegiatan yang digelar sejak beberapa waktu lalu. Tak hanya senam sehat, kegiatan juga diwarnai pameran aneka produk UMKM dari mitra kerja Dinas Kesehatan DIJ. “Kami juga adakan donor darah. Sasarannya anak muda. Kami ajak anak muda ikut berdonor,” ajaknya. (ila/mg1)