Periksa Lima Saksi, Polda Akan Panggil Istri Adi Cahyono

SLEMAN – Penetapan tersangka terhadap Adi Cahyono alias Diduk, terlapor penganiayaan terhadap JM, 1,5 tahun, anak pembantu rumah tangga Sartini, tinggal tunggu waktu. Polda DIJ mengklaim sejumlah alat bukti yang bisa menjerat terlapor menjadi tersangka sudah mencukupi.

Direktur Direskrimum Polda DIJ Kombes Pol Frans Tjahyono menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi. Termasuk dua tetangga di sekitar kediaman terlapor di kawasan Samalo, Jalan Parangtritis, Jetis, Bantul.

“Berapapun saksinya poinnya hanya satu. Keterangan pendukung lainnya adalah keterangan ahli yakni hasil visum. Kami minta ahli ini secepatnya mengeluarkan hasil visum,” jelas Frans ditemui di ruang Ditreskrimum Polda DIJ, kemarin (18/11).

Frans mengaku belum menerima hasil visum dari rumah sakit. Sebab kemarin, JM harus menjalani visum lanjutan meskipun sebelumnya telah menjalani visum menyeluruh di RS Bhayangkara.

Selama dua hari proses penyelidikan, berbagai keterangan saksi menjadi bahan evaluasi untuk menetapkan status terlapor. Kesimpulan akan didapatkan setelah hasil gelar perkara. “Kalau sudah ada kesimpulan kami akan panggil pelaku secara paksa,” tegas Frans.

Sejauh ini, pihak kepolisian belum melakukan pemanggilan terhadap terlapor. Termasuk, istri terlapor yang diduga melihat peristiwa penganiayaan yang dilakukan selama sembilan bulan.

“Kami memperkuat dulu hal-hal yang mendukung peristiwa pidana. Istri juga nanti akan kami panggil, sejauh mana kepastian pidana yang disaksikan oleh istri terlapor,” jelasnya.

Kasubdit Remaja Anak dan Wanita Ditreskrimum Polda DIJ AKBP Beja menjelaskan, JM kembali menjalani visum menyeluruh di RS Bhayangkara Polda DIJ. Visum kemarin dilakukan untuk mengetahui luka fisik yang terjadi pada jari kaki.

Sementara selama proses penyelidikan, JM ditempatkan di Rumah Singgah Rekso Dyah Utami. “Pelapor dalam perlindungan kami,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang asisten rumah tangga asal Pucangsawit, Jebres, Solo, Sartini, 36, melaporkan penganiayaan yang dilakukan oleh majikannya, Adi Cahyono, terhadap anaknya yang masih berusia 1,5 tahun. Sejak periode Februari-September 2016, bocah berinisial JM itu mendapatkan berbagai perlakuan kekerasan.

Selama kurun waktu sembilan bulan, JM disiksa dengan cara dimasukkan ke dalam mesin cuci, kulkas, dan lemari. Bahkan balita itu disiram air panas di bagian kemaluan. Peristiwa itu dilakukan saat majikan tinggal di Klaten, Jawa Tengah dan Samalo, Jetis, Bantul.

Beruntung, Sartini bisa lepas dari sekapan majikan pada pertengahan Oktober lalu. Diliputi rasa takut, Sartini ditemani kerabatnya melaporkan peristiwa yang dialami anaknya ke Polda DIJ. (bhn/ila/mg1)