KULONPROGO – Kualitas beras untuk keluarga miskin (raskin) bulan ini buruk. Banyaknya menir (serpihan beras) yang tercampur di raskin dikeluhkan warga penerima.

Padahal distribusi raskin lancar, tidak ada utang. Artinya, sudah ditebus Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM).

Demikian benang merah yang bisa ditarik dari rapat koordinasi raskin di Dinsosnakertrans Kulopnrogo, kemarin (18/11). Rapat dihadiri Tim Raskin Pemprov DIJ, Kabupaten, Kecamatan dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

“Di Panjatan warga mengeluh karena banyak menir-nya. Kualitas menurun dibanding raskin bulan sebelumnya, namun tetap diterima warga,” kata Juminah, Kasi Kesos Kecamatan Panjatan.

Kepala Gudang Bulog Wates Mulyono mengungkapkan, beras yang didistribusikan merupakan beras dari Gapoktan Kulonprogo sebagai mitra Bulog. Gapoktan tersebut, Among Tani, Panca Manunggal, Makmur Sejahtera, Sari Mulyo, Sido Maju, Ngesti Raharjo, dan Guyub Rukun.

“Kemampuan gapoktan memasok kebutuhan Bulog bulan November cukup tinggi, yakni 4.700 ton. Jumlah itu meningkat dibanding tahun lalu, pada bulan yang sama (November 2015) hanya mampu memasok 3.600 ton,” ungkap Mulyono.

Kebutuhan beras Kulonprogo mencapai 7.700 ton per tahun. Sementara untuk distribusi raskin pada Desember 2016 akan diawali dari Pengasih (23/11), Girimulyo (24/11), Kalibawang (28/11), Sentolo (29/11), Lendah dan Galur (30/11).

“Setelah itu Nanggulan dan Samigaluh (1/12), Panjatan (5/12), Kokap (6/12) dan terakhir Temon dan Wates (7/12),” kata Mulyono. (tom/iwa/mg2)