Petugas DPUP Bantul memangkas pohon perindang di Jalan Jenderal Soedirman, Kamis (17/11). Pemangkasan pohon demi meminimalisasi dampak negatif saat terjadi hujan dan angin kencang. (Foto: Zaki Mubarok/Radar Jogja Online)
RADARJOGJA.CO.ID – Dinas Pekerjaam Umum (DPU) Bantul memiliki stok kayu cukup melimpah. Itu hasil pemangkasan pepohonan perindang di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman.

Menariknya, potongan kayu dengan berbagai ukuran tidak sepenuhnya dimanfaatkan DPU. Masyarakat bisa memilikinya dengan gratis. “Syaratnya untuk kepentingan umum,” jelas Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan DPU Bantul Purwanto di sela memantau pemangkasan pohon, Kamis (17/11).

Prosedur untuk memperoleh kayu pohon jenis Angsana ini cukup mudah. Kelompok masyarakat cukup mengajukan surat permohonan. Menurut Purwanto, ada beberapa kelompok masyarakat yang telah mengajukan permohonan. “Langsung kami berikan,” ucapnya.

Dikatakan, pemangkasan pohon perindang di pinggir jalan protokol ini bukan sekadar sebagai salah satu program perawatan jalan. Lebih dari itu, juga bertujuan untuk meminimalisasi jatuhnya korban akibat tertimpa batang pohon. Menyusul tingginya hujan disertai angin kencang belakangan ini. “Dulu pernah ada yang tertimpa (batang pohon). Meski korban tidak mengalami luka serius,” ujarnya.

Purwanto menyebut setidaknya ada 300 batang pohon perindang di Jalan Jenderal Soedirman yang dipangkas. Mayoritas berusia 30 tahun ke atas. Ketinggian rata-rata lebih dari 20 meter. Kini, tinggi pohon dibuat hanya sekitar 2,5 meter. “Agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ucapnya.

Diakui, ada sejumlah pihak yang menentang kebijakan pemangkasan pohon perindang jalan. Karena dianggap mengurangi kerindangan wilayah kota. Kendati begitu, Purwanto menegaskan, pepohonan ini bakal bersemi lagi. Dengan begitu, sepanjang jalan mulai simpang Klodran hingga Gose bakal sejuk kembali.

Plh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengungkapkan, pemangkasan pepohonan perindang cukup penting. Khususnya, pepohonan besar yang berpotensi tumbang andai terjadi angin kencang. Itu bertujuan meminimalisasi jatuhnya korban jiwa.

“Karena kemungkinan angin kencang sampai akhir musim penghujan,” jelasnya.

Menurut Dwi, pepohonan yang tumbang akibat angin kencang selama ini karena batang dan rantingnya keropos atau saking lebatnya daun. (zam/yog/mar)