PURWOREJO-Penyandang disabilitas (difabel) di Kabupaten Purworejo masih banyak yang belum memahami hak dasar yang mereka butuhkan. Akibatnya, antara para penyandang disabilitas dan pemerintah masih terjadi pola hubungan yang stagnan. Para penyandang disabilitas cenderung hanya sekadar menerima bantuan, sementara pemerintah juga hanya sekadar memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Project Manager Yakkum Purworejo Khusnul Sukarnoputra mengatakan, para penyandang disabilitas harus dipahamkan dulu hak-hak mereka. Sebelum melangkah ke kepentingan yang lebih tinggi, mereka harus diberikan advokasi agar bisa ditindaklanjuti kepada pihak terkait. “Mereka juga belum begitu paham tentang inklusi, sehingga stigma yang melekat di masyarakat, penyandang disabilitas hanya mendapat bantuan,” kata Khusnul di sela-sela pelatihan advokasi kepada 60 penyandang disabilitas di Aula Kelurahan Pangenrejo Kecamatan Purworejo, kemarin (16/11).

Menurutnya, para penyandang disabilitas juga ingin berdaya. Mereka juga bisa menunjukkan potensi yag dimiliki, sehingga tidak selalu dicap sebagai pihak yang selalu mengharap bantuan. Pemerintah sendiri juga masih kurang dalam memfasilitasi, bukan karena tidak peduli tapi karena apa yang disampaikan kepada pemerintah juga masih minim. “Kami sudah memberikan pendampingan dan ternyata mereka bisa memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa. Namun, keterlibatan mereka dalam segala proses pembangunan bangsa sangat kurang. Padahal, mereka juga memiliki potensi besar,” jelasnya.

Selain itu, para penyandang disabilitas binaan bahkan telah mampu membuat berbagai produk olahan makanan, produk kerajinan, obat dan lainnya. “Artinya mereka berkontribusi positif dalam sektor ekonomi suatu daerah,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan, dalam rangka memperingati hari disabilitas internasional, Yakkum menggandeng beberapa pihak seperti Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan menggelar serangkaian kegiatan. Kegiatan dimulai dari advokasi, pelatihan, pameran produk difabel serta upaya keberpihakan dari pemerintah akan penyandang difabel.

Project Manager Ford Foundation Purworejo Agus Budi Raharjo dalam kesempatan itu juga menyampaikan dalam peringatan hari disabilitas tahun ini mengangkat teama Membangun Masyarakat Yang Inklusif Adil dan Berkesinambungan. Harapan dari tema itu akan semakin mempererat hubungan masyarakat difabel. Dalam upaya itu, nantinya tidak ada lagi pembeda di antara warga normal dan warga difabel karena sama-sama akan berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Bupati Purworejo H Agus Bastian dalam sambutan yang disampaikan Asissten III Bambang Aryawan meminta agar penyandang disabilitas terus meningkatkan kemampuan, keterampilan dalam upaya untuk meningkatkan kemandirian bagi diri sendiri, dan tidak memiliki ketergantungan kepada orang lain. Sehingga mampu berperan serta secara aktif dalam mengisi pembangunan.

“Disabilitas bukanlah merupakan hambatan untuk berprestasi dan berpartisipasi dalam pembangunan, namun justru harus menjadi pemacu semangat untuk berkontribusi secara maksimal sebagaimana warga masyarakat lainnya,” katanya. (udi/din/mg2)