DIDUK atau Adi Cahyono, 35, pelaku yang diduga menganiaya balita berinisial JM tak terdaftar sebagai warga Jalan Poksay Perum Dosen RT 3/RW 8, Desa Triyagan, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah sesuai dengan alamat yang tertera di KTP-nya.

Petugas keamanan yang juga warga sekitar mengaku tak pernah bertemu dengan Diduk selama berada di perumahan itu.

Radar Solo (Jawa Pos Group) kemarin (17/11) menelusuri keseharian Adi Cahyono di perumahan tersebut. Namun, hasilnya tidak ada yang mengenalnya baik dari petugas keamanan sampai ketua RT. “Nggak dikenal, saya tak pernah dengar nama itu,” papar Ketua RT 3 Edy Kurniadi.

Edy mengungkapkan, dia sudah tinggal di perumahan tersebut selama 18 tahun. Namun, tidak pernah mengetahui nama tersebut. Dia mengaku kaget dengan adanya KTP tersebut, sebab nama dan alamatnya bisa sama. Namun dirinya tidak pernah tahu yang bersangkutan tinggal di lingkungan perumahan.

Menurut Edy, bila Adi Cahyono benar tinggal di perumahan tersebut harusnya dia sering berkumpul bersama warga dalam kegiatan lingkungan. Sebab, di perumahan dosen banyak kegiatan bersama warga seperti rapat RT dan lain sebagainya.

“Di Jalan Poksay itu hanya ada lima rumah dan ini (menunjukkan catatan daftar warga) tidak ada nama dia (Adi Cahyono) dalam daftar warga,” terangnya.

Sementara itu, petugas keamanan Dedi mengatakan, beberapa waktu lalu ada petugas dari sebuah toko elektronik mendatangi perum dosen. Dia menanyakan keberadaan Adi Cahyono untuk mengambil barang. Setelah itu, dia tidak megetahui apakah petugas dari toko elektronik tersebut berhasil bertemu atau tidak. “Saya juga tidak pernah dengar nama Adi cahyono,” kata dia.

Petugas keamanan lainnya, Sarjono menduga Adi Cahyono membuat KTP ketika mengontrak di wilayah perum dosen. Setelah pindah dia tidak mengurus KTP tersebut. Dugaan lainnya dia memiliki lebih dari satu KTP. (yan/ila/mg1)