RADARJOGJA.CO.ID-Keinginan Raja Keraton Sri Sultan Hamengku Bawono Ka.10 untuk penghapusan perincian syarat Gubernur DIJ harus laki-laki bukan alasan pribadi. Gubernur DIJ tersebut saat ditanya usai sidang di Mahkamah Konstitusi membantah adanya opini di masyarakat tersebut.

Bapak lima puteri ini menjelaskan, bukan hanya frasa “istri” yang ia nilai bermasalah. Frasa “saudara kandung” juga dinilainya bermasalah. Sebab, frasa tersebut bisa menghalangi sosok yang tidak memiliki saudara kandung.

BACA: Sultan Minta Ketentuan Gubernur DIJ Harus Laki-Laki Dihapus

Dalam persidangan, dia menyampaikan kekhawatirannya tentang potensi kekisruhan di Jogja.Sebab, terancamnya kedaulatan keraton karena terseret urusan internal yang bisa melebar di luar keraton.

“Yang tentunya bisa memancing kekisruhan, baik dari dalam maupun dari luar keraton itu sendiri, yang mengancam eksistensi kesultanan dan kadipaten,” jelasnya. (JPG/eri)