GUNUNGKIDUL – Peringatan HUT Ke-71 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dijadikan momentum meningkatkan kualitas guru. Sehingga murid dapat dengan mudah menyerap pelajaran di kelas yang disampaikan guru.

‘’Guru harus meningkatkan kompetensinya agar lancar menransfer ilmu kepada muridnya,” kata Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid usai acara HUT PGRI di Bangsal Sewokoprojo Wonosari kemarin (17/11).

Uji kompetensi guru dari tahun ke tahun semakin meningkat kualitasnya. Diharapkan bisa meingkatkan kemampuan guru menguasai materi pelajaran yang mereka ajarkan.

“Sehingga guru saat memberi pelajaran di kelas membuat murid semakin tertarik mengikuti pelajaran,” kata Bahron.

Dia mengatakan jumlah guru belum mencukupi. Terutama guru dari tenaga Pegawai Negeri Sipil (PNS). Terdapat kekurangan 800 tenaga guru.

Sedangkan jumlah GTT (guru tidak tetap) ada 3.000 orang. Perbandingan guru, baik PNS dan Non-PNS, dengan jumlah murid satu banding 10. ‘’Satu guru mengajar 10 murid,” kata Bahron.

Persoalan lain, banyak guru yang kekurangan jam mengajar. Mereka menambah jam mengajar di sekolah lain. Bahkan ada yang menambah jam mengajar di sekolah kabupaten lain.

Salah seorang guru Non-PNS Bayu Prihartanto berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada GTT. Selama ini dia bersama anggota GTT lain sudah berupaya maksimal dan profesional dalam mengajar. (gun/iwa/mg2)