RADARJOGJA.CO.IDPT Bank Central Asia Tbk (BCA) mendukung penuh upaya implementasi Perpres SNKI (Strategi Nasional Keuangan Inklusif). Yakni, aktif mengajak masyarakat menggunakan produk LAKU BCA serta mengajak para pelajar membuka Tabungan SimPel.

Kali ini, dukungan BCA diwujud nyatakan dengan melakukan Grand LaunchingLAKU dan SimPel (Simpanan Pelajar) di Gunung Kidul, DIJ.

“Sebagai lembaga keuangan yang memberikan kontribusi pada pengembangan perekonomian dan kesejahteraan bangsa, BCA memfasilitasi masyarakat untuk lebih dekat dan mengenal layanan perbankan. Khususnya dalam menumbuhkan budaya menabung. Karena itu, kami melakukan grand launching dan berharap masyarakat dan pelajar yang mengikuti beragam kegiatan semakin mengenal produk LAKU dan SimPel BCA,” kata Komisaris Independen BCA Cyrillus Harinowo, di temui di sela acara di Alun – alun Wonosari, Gunung Kidul, Kamis (17/11).

Selain dihadiri Cyrillus Harinowo, hadir pula Asek 3 Bupati Gunungkiduk Ir Anik Indarwati, perwakilan Bank Indonesia dan OJK DIJ.

Acara Grand Launching tersebut mengangkat tema #1000perak1000 rencana. Dari tema tersebut, menggambarkan kemudahan menabung di LAKU yakni dengan Rp 1.000 sudah bisa membuka rekening. Dengan Rp1.000 pula, masyarakat bisa mewujudkan rencana masa depannya dengan perhitungan besaran tabungan dan jangka waktu menabung.

Produk tabungan LAKU telah hadir untuk masyarakat GunungKidul sejak Februari 2016. Hingga Oktober 2016, sudah mencapai 390 nasabah dari empat orang agen di Kecamatan Karangmojo.

Sebagai bentuk sosialisasi LAKU, BCA mengadakan Lomba 30 hari Menabung #1000perak1000rencana mulai September hingga November 2016 di Karangmojo. Lomba tersebut diharapkan memberikan pengalaman menabung, hingga menumbuhkan perilaku menabung di masyarakat. Lomba tersebut diikuti enam kelompokdengan total peserta 126 orang. Adapun, jumlah tabungan mencapai Rp 9,72 juta.

Sementara untuk SimPel, para pelajar SMA diminta mendesain celengan dari bahan bekas. Lomba ini disambut antusias para pelajar.

Seluruh produk Tabungan SimPel di Gunung Kidul akan dijual melalui agen-agen LAKU BCA. Para nasabah (pelajar) bisa melakukan berbagai transaksi. Seperti pembukaan rekening, setoran tunai, tarikan tunai, serta penutupan rekening dengan langsung mengunjungi agen terdekat. Para nasabah (pelajar) diberikan kebebasan menentukan sendiri setoran awal saat pembukaan rekening dan untuk setoran berikutnya. Melalui Tabungan SimPel ini, pelajar akan lebih disiplin dalam mengelola keuangan, memiliki karakter “gemar menabung”, melatih mempersiapkan masa depan dan pengenalan dunia perbankan secara lebih dini.

“Dengan persyaratan Tabungan SimPel mudah dan sederhana, setoran awal yang ringan, bebas biaya administrasi bulanan, dan minimum setoran yang terjangkau, kami optimistis SimPel ini menjadi sahabat menabung yang baik bagi pelajar,” tegasnya.

Sebelumnya, BCA juga meluncurkan Tabungan SimPel di Grobogan, Jawa Tengah dan Kuningan, Jawa Barat pada Oktober 2016. Seluruh produk Tabungan SimPel di Grobogan dan Kuningan juga dijual melalui agen-agen LAKU BCA.

Saat ini, BCA bekerja sama dengan sebanyak 90 agen yang tersebar di area Jakarta, Grobogan, Jepara, Kuningan dan DIJ. Hingga Oktober2016, total jumlah siswa yang memiliki rekening Simpanan Pelajar di BCA sebanyak 8.819 rekening, di mana 7.785 rekening melalui cabang dan 1.034 dari agen LAKU.

“Melalui peluncuran LAKU dan SimPel di Gunung Kidul ini, kami berharap masyarakat dan siswa semakin mempercayakan tabungan mereka pada insititusi keuangan yang aman. Sudah saatnya masyarakat dan pelajar gemar menabung dan mengenal perencanaan keuangan. Besar harapan kami, supaya jumlah masyarakat maupun pelajar yang menabung dengan LAKU maupun Tabungan SimPel bisa meningkat ke depannya, sehingga pengelolaan keuangan juga semakin baik,” katanya.(hes/dem)