RADARJOGJA.CO.ID-Kegagalan pengadaan blanko elektronik KTP di Kementrian Dalam Negeri berdampak langsung ke masyarakat. Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan mengurus E-KTP sampai enam bulan ke depan hanya akan mendapatkan Surat Keterangan (Suket) sementara.

Hal tersebut dilakukan, sesuai dengan pemberitahuan dari Kemendagri melalui Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Zudan Arif Fakhrulloh. Di dalam surat yang diedarkan ke seluruh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil se-Indonesia itu, Zudan menjelaskan, pengadaan delapan juta keping blanko gagal lelang. Alhasil, E-KTP senilai Rp 115,2 miliar tak bisa dilakukan.

“Memberlakukan surat Keterangan pengganti E-KTP berlaku sejak Oktober sampai enam bulan ke depan,” tulis Zudan di surat yang beredar.

Kepala Dindukcapil Kota Jogja Sisruwadi menjelaskan, ketiadaan blanko E-KTP ini tak menghalangi pelayananperekaman data kependudukan. Setiap kecamatan akan melayani sesuai domisili warga. Bahkan warga luar Kota Jogja juga bisa melakukan perekaman data di Kota Jogja.

“Suket juga akan dicetak di kecamatan. Mekanismenya, petugas kecamatan yang akan datang ke kantor Dindukcapil untuk mengesahkan surat keterangan tersebut dengan tanda tangan kepala dinas,” jelas Sisruwadi.

Terkait dengan kekosongan blanko e-KTP, mantan camat Jetis itu berharap, pemerintah pusat tetap berusaha untuk melakukan lelang ulang blanko kartu tanda penduduk elektronik sehingga pada triwulan pertama 2017 blanko sudah kembali tersedia. “Ya harapannya segera terisi, supaya pelayanan bisa lebih maksimal,” ujarnya. (pra/eri)