Camat Galur Latnyana melihat lokasi penambangan di Desa Banaran, Kamis (17/11). (Foto: Hendri Utomo/Radar Jogja Online)
RADARJOGJA.CO.ID – Polemik tambang pasir di Sungai Progo Desa Banaran seolah tak ada habisnya. Selain jalur tambang alternatif di atas jalan desa mendapat protes, warga mengeluhkan jumlah alat berat PT Pasir Alam Sejahtera (PAS) yang melebihi kesepakatan.

“Seharusnya hanya boleh tiga unit. Tapi lihat saja sendiri, lebih dari tiga backhoe PT PAS yang beroperasi,” kata warga yang enggan disebutkan namanya.

Mendengar laporan tesebut, Camat Galur Latnyana dan Kepala Desa Banaran mendatangi lokasi tambang untuk memastikan. Camat dan rombongan hanya mengamati aktivitas penambangan PT PAS dari jarak beberapa ratus meter. Ternyata memang jumlah backhoe lebih dari tiga.

Latnyana mengamati dan menghitung jumlah alat berat itu lebih dari tujuh unit. Padahal, sesuai ketentuan, jumlah alat berat yang boleh beroperasi hanya tiga atau empat unit. (tom/iwa/mar)