SLEMAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman kembali menggelar operasi yustisi. Dalam operasi kali ini, terjaring 50 orang tidak membawa KTP. Selanjutnya para pelanggar ini dikenakan sidang ditempat.

Kepala Seksi Penergakan Perda Satpol PP Rusdi Rais mengungkapkan KTP itu wajib. Status kepemilikan KTP justru jauh lebih penting dari pada Surat Ijin Mengemudi (SIM). Sehingga perlu dipertanyakan ada warga yang tidak membawa KTP. ” Kartu identitas ini wajib dibawa kemanapun pergi. Tidak ada alasan tidak membawa KTP,” tegasnya dalam razia di GOR Pangukan, Mlati Sleman, Selasa (15/11).

Kepengurusan E-KTP tidak bisa menjadi alasan membuat KTP. Menurutnya setiap kecamatan telah menerbitkan kebijakan pengganti KTP. Di mana warga yang sedang mengurus E-KTP akan diberi surat keterangan.

Surat ini menurutnya memiliki fungsi yang sama dengan KTP. Dia menganjurkan agar warga bertanya ke kecamatan. Terutama untuk meminta surat keterangan sedang mengurus E-KTP. “Sosialisasi tentang surat itu juga sudah dilakukan. Warga harus datang ke kantor kecamatan untuk tahu. Apalagi KTP penting untuk mengurus berkas-berkas lainnya,” ujarnya.

Untuk warga yang terjaring dikenakan denda Rp 20 ribu per orang. Operasi ini akan terus berlangsung ke depan. Ini terkait dengan penegakan Perda No.7/2009 tentang penyelenggaraan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. (dwi/din/mg2)