RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2016 di Alun-Alun Utara Jogja resmi dibuka besok sore (18/11) oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X dan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jogja Sulistiyo. Untuk urusan parkir PMPS 2016 akan difasilitasi Kecamatan Gondomanan dan Kraton.

Camat Gondomanan Agus Arif menambahkan, untuk parkir di PMPS, masih mengajukan izin penutupan jalan ke pihak Kepolisian. Tapi, Agus memastikan untuk pengelolaan parkir nanti akan dilakukan oleh warga setempat.

Ya wajarlah kalau ada keramaian warga setempat yang mengelola parkir, itu juga menjadi multiplier effect,” jelasnya, kemarin (16/11).

Bagaimana dengan tarif parkir? Agus mengatakan, untuk tarif pihaknya akan mendasarkan pada Perda nomor 5/2012 tentang Retribusi Jasa Umum. Sesuai perda, tarif motor yang ditentukan sebesar Rp 2.000 dan mobil Rp 3.000.

“Tentunya sesuai ketentuan peraturan yang berlaku, tapi nanti kami bicarakan karena sekarang masih mengurus izin ke Kepolisian,” ujarnya.

Meskipun begitu Agus mengakui ketika di lapangan sering terjadi dinamika. Dia mencontohkan seperti lama waktu parkir di PMPS yang bisa hingga berjam-jam. Perputaran kendaraan yang parkir di PMPS lebih jarang dibandingkan dengan keramaian lain.

Ketoke kebak tapi kan yang parkir lama, beda dengan parkir di warung yang paling hanya sejam,” ujarnya.

Dinamika seperti itulah yang menurut Agus, seharusnya juga menjadi perhatian bagi para pengambil kebijakan. Tapi, Agus memastikan kecamatan juga akan terus memantau dan mengedukasi masyarakat terkait tarif parkir. Salah satunya dengan melakukan dialog bersama tokoh masyarakat di sekitar Alun-Alun Utara Jogja.

“Kecamatan kan hanya memfasilitasi kalau ada masukan nanti disampaikan,” ujarnya.

Sekretaris Komisi B DPRD Kota Jogja Danang Rudiyatmoko menilai, harusnya Pemkot Jogja tegas dengan peraturan yang sudah dibuat. Tapi, diakuinya komunitas yang mengelola parkir PMPS merupakan komunitas musiman. Menurutnya, hal itu bisa diupayakan dengan penertiban tarif.

“Silakan saja masyarakat melapor ke Pemkot Jogja atau DPRD Kota Jogja kalau selama PMPS ada yang tidak sesuai,” ujarnya.

Danang mengatakan, meski yang mengelola parkir PMPS merupakan parkir musiman, tapi harusnya tetap berdasarkan perda yang berlaku. Bahkan jika ada masyarakat yang akan melaporkan ke Kepolisian karena merasa diperas dengan tarif yang tinggi, seperti tahun lalu, Danang juga mempersilakan.

“Kalau ke Polisi itu kan sudah pidana pemerasan, jika pelanggaran tarif parkir biasanya hanya Tipiring,” tuturnya.

Sebelumnya, Plt Wali Kota Jogja Sulistyo memastikan pelaksanaan PMPS 2016 ini tidak boleh ada yang melanggar aturan. Termasuk dalam persoalan parkir. “Parkir tentu akan kami tertibkan, tidak boleh ada yang menarik sendiri,” tegas Sulistiyo.

Diakui, persoalan terkait parkir menjadi salah satu persoalan yang selalu berulang dalam penyelenggaraan PMPS yang tiap tahun dihelat di Alun-Alun Utara. “Tentunya akan diatur lagi, jangan sampai ada yang memanfaatkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PMPS 2016 Sri Harnani mengatakan, dua hari sebelum pembukaan PMPS 2016, dari 454 stan yang disediakan Pemkot Jogja, semuanya sudah habis dipesan. Seluruh zona sudah terisi sepenuhnya. “Seluruhnya, dari stan pemerintah yang diisi SKPD terkait dan mitra kerja, termasuk UMKM dari kecamatan, stan hiburan dan ekonomi sudah penuh,” ujarnya kemarin.

Persiapan lain yang juga sudah dilakukan terkait dengan lokasi parkir. Menurut dia, sudah ada surat dari Keraton Jogja yang meminta untuk lokasi parkir khusus motor berada di jalan sisi dalam Alun-Alun Utara Jogja. Lokasi tersebut hanya dikhususkan untuk parkir motor, sedang mobil diarahkan parkir di Taman Parkir Senopati atau Ngabean. “Mobil tidak boleh (parkir di kawasan) Alun-Alun Utara, nanti malah macet,” ujarnya. (pra/ila/ong)