SLEMAN – Desa Condongcatur Depok Sleman akan menggelar Condongcatur Art Festival. Ajang yang menampilkan beragam potensi desa ini akan dihelat Desember mendatang. Kegiatannya, mulai dari potensi seni budaya, kuliner, sampai dengan potensi-potensi warganya.

Kepala Desa Condongcatur Rheno Candra Sangaji menuturkan gelar potensi rutin setiap tahun. Hanya saja khusus tahun ini, penyelenggaraan lebih terkonsep. Yakni potensi-potensi dihadirkan dalam rangkaian kegiatan selama satu bulan. “Diawali dari 1 Desember hingga 30 Desember dengan beragam kegiatan. Seluruh kegiatan tersebar di setiap dusun-dusun di desa Condongcatur. Semua potensi memiliki keunikan tersendiri,” katanya di Balai Desa Condongcatur, kemarin (16/11).

Salah satu potensi adalah Green Kayen yang berada di dusun Kayen. Tempat ini merupakan potensi wisata baru di Sleman. Green kayen menampilkan keindahan alam berupa pemandian alami.

Rheno menuturkan Green Kayen memiliki potensi besar. Hanya saja untuk saat ini, publikasi belum merata. Sehingga pengunjung rata-rata merupakan penggemar traveling objek wisata alam. “Dalam kegiatan ini kami proyeksikan sebagai objek wisata dikawasan Condongcatur barat. Semua info tentang Green Kayen sebenarnya sudah tersaji di internet. Tapi kami ingin menggunggah melalui kegiatan ini,” ujarnya.

Selain wisata, ada pula lomba BMX tingkat nasional. Hingga saat ini pendaftar balap sepeda ini membeludak. Total sudah ada 200 pebalap sepeda BMX dari seluruh wilayah di Sleman. Kuota untuk ajang ini 300 pebalap. “Balap sepeda BMX akan kita gelar di lapangan Ganjuran. Tempat itu sudah identik sebagai tempat berlatih dan berlomba BMX. Menjadi salah satu aspek pengisi dari sisi olahraga,” katanya.

Desa Condongcatur memiliki 18 padukuhan. Jumlah penduduknya mencapai 48 ribu jiwa penduduk. Terbagi dalam 207 Rukun Tetangga dan 64 Rukun Warga. Dari keseluruhan warga memiliki potensi yang berbeda-beda.

“Condongcatur Art Festival melibatkan warga dari masing-masing padukuhan. Ada panitia kecil yang fokus pada kegiatan masing-masing padukuhan. Tidak hanya di satu padukuhan tapi hampir semua aktif terlibat,” jelasnya. (dwi/din/mg2)