Ilustrasi/Radar Jogja Online
RADARJOGJA.CO.ID – Dewan meminta Pemkab Kulonprogo tegas menentukan tata ruang wilayah dan kawasan (RTRW) sesuai peruntukannya. Hal itu untuk menghindari konflik masyarakat. Sebab, bandara menjadi daya tarik investor membuka usaha di sekitar bandara.

“Peruntukan kawasan harus tegas, agar masyarakat tidak menjadi korban,” tegas Ketua DPC PAN Panjatan Nugrohotomo saat menyampaikan pendapatnya dalam pertemuan Forum PAC dengan wakil rakyat dari Fraksi PAN di DPRD Kulonprogo.

Kecamatan Panjatan jauh dari bandara. Tidak diperuntukkan untuk kawasan industri, maka pemkab harus menolak jika ada investor masuk.

“Dewan harus ikut mengawal. Aspirasi masyarakat harus didengar dan diperjuangkan,” ujar Nugrohotomo.

Ketua Fraksi Amanat Nasional (FAN) Sarkowi mengatakan pertemuan ini menjembatani aspirasi bawah kepada wakil rakyat. Kerap ada aspirasi tidak tertampung dalam reses.

“Diharapkan mampu mengakomodasi persoalan di bawah untuk dikomunikasikan dengan eksekutif. Peruntukan kawasan industri sudah ditentukan eksekutif. Dewan pasti akan mengkomunikasikan jika ada yang salah,” kata Sarkowi.

Anggota DPRD Fraksi PAN Priyo Santoso berharap struktural PAN di level kecamatan tanggap dengan permasalahan di daerahnya. Lalu segera mengomunikasikan dengan struktur di atasnya.

“Sehingga ketika muncul masalah, segera bisa dicari solusi cepat dan tepat. Kami siap menghadiri kegiatan di setiap daerah pemilihan,” ujar Priyo. (tom/iwa/mar)