MAGELANG – Praktik kriminal dengan sasaran korban pengguna kartu anjungan tunai mandiri (ATM) kembali terungkap. Korps Bayangkara menangkap tiga pelaku kriminalitas dengan mengelabuhi korban mengganjal mesin ATM. Sebelumnya, polisi juga sudah menangkap pelaku yang lain dengan kejahatan serupa pada Selasa (8/11) lalu.

Ketiga pelaku ini sudah beraksi di beberapa daerah di Jawa Tengah. Di antaranya Karanganyar, Klaten, Solo, Purwokerto, Wonosobo, dan lainnya. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda. Pelaku yaitu, Didik Budi Hartono, 39, asal Kota Pekalongan, Ahmad Sukron, 37, asal Kabupaten Kendal, dan Komaedi, 46, asal Kabupaten Kendal.

Penangkapan pelaku bermula saat salah seorang korban hendak mengambil uang di ATM Kota Magelang. Namun, saat memasukan kartu ATM tiba-tiba tertelan dan tidak bisa keluar. Pelaku mencoba membantu korban dengan meminta menyebutkan nomor pin korban.

Namun lantaran tidak kunjung kartu ATM keluar, pelaku meminta korban menghubungi kantor layanan kartu ATM. Saat korban pergi, pelaku mencoba mengambil kartu ATM milik korban dengan alat tertentu. Dengan demikian kartu ATM korban bisa keluar. Di situlah, pelaku mengambil uang korban dan mentransferkan ke nomor rekening komplotannya. “Korban yang merasa uangnya dicuri melapor ke polisi dan langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan,” ujar Kasubag Humas Polres Magelang AKP Esti Wardiani kemarin.

Ia mengatakan, setelah mendapatkan laporan, aparat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Serta, mengambil rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi tersangka. Berbekal itu, anggota langsung mengejar pelaku dan menangkapnya tidak lebih dari satu minggu. “Ini keberhasilan kedua kami setelah yang pertama meringkus pembobol ATM juga, akhir Oktober lalu,” ungkapnya.

Selain menangkap tiga pelaku, juga turut disita sejumlah barang bukti. Seperti jaket, ponsel, sepatu, korek api, uang tunai, dan lainnya. Dari hasil interogasi, pelaku mengaku sudah melakukan berulang kali di lokasi berbeda dengan jumlah uang yang ditarik hingga ratusan juta rupiah. “Mereka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tegasnya.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Edi Purwanto menyatakan, dalam beraksi ketiga tersangka cukup profesional. Mereka bertindak secara terorganisir dan rapi. Aksi mereka sudah dilakukan lama dengan wilayah operasi di beberapa kota di Jawa Tengah.

Korban yang melapor ke polisi yaitu Juwari, 51, warga Kelurahan Kramat Selatan. Korban panik saat kartunya macet di mesin ATM dan bertemu tersangka yang berpura-pura menolong. “Tidak sadar kalau kemudian uangnya terkuras hingga menderita rugi Rp 15 juta,” jelasnya. (ady/din/mg2)