JOGJA – Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Jogja membantah menghambat proses pencairan bonus atlet Kota Jogja yang turun di PON Jabar beberapa waktu lalu. Belum turunnya anggaran untuk bonus atlet tersebut dikarenakan KONI Kota Jogja belum memenuhi syarat pencairan dana tersebut.

Kepala Kantor Kesbang Kota Jogja Sukamto mengatakan, pihaknya hanya menerapkan asas kehati-hatian sebelum mencairkan dana hibah tahap kedua itu. Menurutnya, surat pertanggung jawaban (SPJ) penggunaan dana tahap pertama hingga kemarin masih belum beres 100 persen. “Sebelumnya pada 2013, kami pernah mendapat teguran dari BPK mengenai pengawasan dan pembinaan masalah anggaran di KONI Kota Jogja,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (16/11).

Selain itu, Sukamto mengatakan, pada SPJ dana hibah tahap pertama ada beberapa pengeluaran dana yang peruntukkannya tidak sesuai dengan nota perjanjian hibah daerah (NPHD) yang telah ditetapkan. Termasuk beberapa pengeluaraan yang bukti pengeluarannya belum lengkap. “Salah satunya adalah pendampingan atlet PON kemarin. Dalam SPJ pertanggungjawaban dana pendampingan PON. Sedangkan di NPHD tidak ada. Jadi ini jadi catatan kami agar bisa dijelaskan,” imbuhnya.

Sukamto juga menyebutkan, pada SPJ yang diterima pada bulan September, disebutkan masih ada sisa anggaran sebesar Rp 1 miliar lebih, dari total anggaran tahap pertama sebesar Rp 1,7 miliar. “Kalau masih ada sisa, kenapa harus minta lagi dana tahap kedua. Padahal, dana untuk bonus atlet anggarannya hanya Rp 400 juta,” cetusnya.

Kasubag TU Kantor Kesbang Kota Jogja Widiastuti menambahkan, kesesuaian penggunaan dana dengan NPHD yang telah ditetapkan sebelumnya memang harus ditaati oleh pengguna dana hibah. Menurutnya hal itu berlaku untuk semua pihak yang mendapat bantuan hibah dari Pemkot Jogja. “Jika SPJ beres, dana tahap kedua pasti kami cairkan,” bebernya. (riz/din/mg2)