RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Sebanyak 1.619 item barang tanpa dokumen resmi dimusnahkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Type Madya Pabean (TMP) B Jogjakarta, kemarin (16/11). Barang-barang yang dimusnahkah merupakan kiriman dari masyarakat yang menggunakan jasa pengiriman pos sejak 2013.

Ratusan produk seperti sex toys, obat-obatan, kosmetik, dan DVD porno dimusnahkan dengan cara dibakar. Petugas bea cukai juga menghancurkan barang-barang seperti telepon seluler, senjata api replika, dan amunisi dengan sebuah palu besar.

“Seluruh barang yang dimusnahkan mencapai Rp 59 juta lebih,” jelas Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC TMP B Jogjakarta Joko Santoso di sela-sela pemusnahan yang dilakukan di halaman Kantor KPPBC.

Barang yang dimusnahkan kebanyakan kiriman dari luar negeri yang dikirim lewat pos tanpa disertai dokumen resmi. Sebelum dimusnahkan, pihak bea cukai meminta para pemilik untuk melengkapi perizinan.

Jika dalam waktu sebulan pemilik barang tidak bisa melengkapi dokumen resmi, maka barang-barang itu akan menjadi milik negara. Dia mencontohkan, untuk telepon seluler dan komputer tablet bila pengiriman melebihi dua unit harus mendapatkan izin sebagai importir terdaftar dari Kementerian Perdagangan. Sedangkan untuk senjata api mainan maupun replika seperti aksesori dan bahan peledak harus dilengkapi izin dari Kapolri.

“Untuk obat, suplemen dan produk pangan olahan harus dilengkapi izin dari Kemenkes atau BPOM,” jelasnya.

Dia menjelaskan, tidak ada sanksi hukum bagi masyarakat yang tidak bisa menunjukkan dokumen resmi. Bila terbukti dokumen pengiriman tidak lengkap, maka pemilik barang harus merelakan barang-barang itu disita oleh negara.

“Merupakan barang pembatasan. Bila mengirim melebihi batasan harus disertai izin dari instansi yang berwenang. Kalau selama sebulan bisa menunjukkan dokumen resmi bisa diambil,” jelasnya. (bhn/ila/ong)