PURWOREJO– Pemkab Purworejo tahun ini melakukan berbagai pembenahan dan penambahan fasilitas di kawasan wisata Jatimalang di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi. Kawasan ini menjadi salah satu andalan wisata pantai di Kabupaten Purworejo.

Sayang, peningkatan fasilitas dengan tujuan makin meningkatkan kunjungan wisatawan tidak didukung dengan perbaikan infrastruktur jalan menuju Jatimalang. Kondisi jalan dari arah Purworejo tepatnya dari Pendowo hingga Desa Gesing, banyak yang berlubang.

Kondisi paling parah ada di pertigaan Desa Bubutan hingga Gesing. “Biasanya saya kalau ke kantor cukup 30 menit sudah sampai. Tapi sekarang saya 30 menit baru sampai Pendowo,” kata anggota DPRD Purworejo, Subeno, kemarin (15/11).

Menurutnya, kerusakan jalan itu terjadi karena pemanfaatan jalan oleh kendaraan yang tonasenya di luar batas kemampuan jalan. Adanya pemaksaan itu menjadikan jalan cepat rusak. Selain itu saat ini juga diperparah musim penghujan yang menjadikan aspal cepat mengelupas. “Pemkab seharusnya tanggap dan segera melakukan perawatan jalan. Tidak malah dibiarkan kerusakan bertambah berat,” tambah politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Menilik dari kondisi jalan yang ada, Subeno menilai jika pemkab kurang serius dalam menggarap sektor pariwisata. Apalagi selama ini, Jatimalang sebagai wisata andalan yang menjulang pendapatan asli daerah paling besar. “Promosi Jatimalang banyak dibantu masyarakat melalui media sosial. Karena itu jangan sampai bagai mereka yang baru datang menjadi kapok karena akses jalannya tidak nyaman,” katanya.

Hal lain yang menjadi perhatian Subeno adalah pembersihan bahu jalan yang ada di kanan kiri jalan utama. Secara rutin Dinas Pekerjaan Umum melakukan pembersihan rerumputan yang tumbuh, tapi bukannya ditimbun kembali di pinggiran jalan. Petugas mengangkat rumput berikut tanahnya ke atas truk. Akibatnya kondisi bahu jalan makin menipis dan semakin rendah dibanding jalan utama.

Seharusnya, petugas tetap membiarkannya di pinggir jalan karena akan mengurangi pengikisan bahu jalan. Menurutnya, dengan semakin sedikitnya tanah di kanan kiri jalan akan berpengaruh terhadap jalan. “Biarkan saja di tepian jalan karena nanti juga ada gunanya. Utamanya menahan penggerusan tanah yang ada di tepian jalan,” tambahnya.

Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Purworejo, Suranto menanggapi keluhan itu mengatakan jika ruas jalan Bubutan-Gesing di Kecamatan Purwodadi akan dilakukan peningkatan kapasitas pada 2017 mendatang. Tidak sekadar dilakukan perbaikan seperlunya, pemerintah akan meningkatkan kualitas jalan dan melakukan pelebaran akses menuju ke kawasan Pantai Jatimalang itu. “Ini untuk mendukung keberadaan bandara di Kulonprogo. Selain itu, ruas Bubutan-Gesing itu merupakan salah satu ruas utama menuju ke akses JJLS,” kata Suranto. (udi/din/mg2)